Malangtimes

Gunung Tertinggi di Sumatera Erupsi Ketinggian 700 Meter, Jalur Pendakian Langsung Ditutup

Oct 20, 2022 07:04
Gunung Kerinci mengeluarkan asap tebal sejak Rabu pagi hingga petang, membuat status gunung naik menjadi waspada level dua. (Foto: BNPB)
Gunung Kerinci mengeluarkan asap tebal sejak Rabu pagi hingga petang, membuat status gunung naik menjadi waspada level dua. (Foto: BNPB)

JATIMTIMES - Kepulan asap tebal keluar dari gunung tertinggi di pulau Sumatera yakni Gunung Kerinci, Jambi, sejak Rabu (19/10/2022). Alhasil pengelola Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) terpaksa menutup sementara jalur pendakian.

Berdasarkan pantauan visual dari pos 10 Kersik Tuo terjadi peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Kerinci sejak 18-19 Oktober 2022. Erupsi Gunung Kerinci dengan ketinggian asap kurang lebih 500 meter pada 18 Oktober.

Sedangkan pada 19 Oktober mengalami peningkatan kurang lebih 700 meter. Hanya saja hingga malam hari tidak dapat terpantau lantara tertutup dengan kabut.

“Malam ini kabut, jadi tidak terlihat,” kata Tim Pemantau Gunung Api Kerinci, S Mamory. Dengan kondisi tersebut saa saat ini status gunung Kerinci masuk waspada level dua.

Kondisi ini rupanya sering terjadi, hanya saja saat ini frekuensinya lebih lama. Melihat hal tersebut bagi masyarakat di sekitar gunung api Kerinci dan pengunjung atau wisatawan dilarang untuk mendaki kawah yang ada di puncak gunung api Kerinci di dalam radius tiga kilometer dari kawah aktif.

Dari pantauan arah hembusan abu ke arah Barat Laut. Karena itu sebaiknya jalur penerbangan di sekitar gunung api Kerinci dihindari karena sewaktu-waktu masih memiliki potensi letusan abu dengan ketinggian yang dapat mengganggu jalur penerbangan.

Sementara itu, Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kerinci, Darifus, menambahkan, pihaknya mendapatkan informasi dari petugas pos gunung Kerinci tentang asap hitam yang keluar dari gunung tertinggi di Sumatera tersebut.

“Iya benar, himbauan kami kepada masyarakat sesuai dengan laporan pos pengamatan gunung api Kerinci,” imbau Darifus.

Sementara itu, Staf Humas Kantor Balai Besar TNKS, Erik Rico Ferdian, mengatakan sesuai surat edaran Kantor Balai Besar TNKS mulai Rabu 19 Oktober pendakian Gunung Kerinci ditutup sementara. Dari informasi yang didapatkan, aktivitas masyarakat sekitar masing seperti biasa.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru