Malangtimes

Kasus Gagal Ginjal Akut Merebak di Indonesia, Dinkes Kota Malang Imbau Orang Tua Waspada

Oct 19, 2022 19:32
Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang dr Husnul Muarif saat ditemui di Savana Hotel and Conventions Malang, Selasa (18/10/2022). (Foto: Tubagus Achmad/JatimTIMES)
Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang dr Husnul Muarif saat ditemui di Savana Hotel and Conventions Malang, Selasa (18/10/2022). (Foto: Tubagus Achmad/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Kasus gagal ginjal akut telah menyerang anak-anak usia 6 bulan hingga 18 tahun di Indonesia. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan per 18 Oktober 2022, 189 anak terserang gagal ginjal akut dan didominasi oleh anak usia 1-5 tahun. 

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang dr Husnul Muarif mengatakan, meskipun telah menyerang anak-anak di Indonesia, Kota Malang masih aman dan belum ditemukan kasus gagal ginjal akut pada anak-anak. 

Namun, meskipun begitu, Dinkes tetap mengimbau kepada orang tua agar waspada dan menjaga kondisi kesehatan serta konsumsi makanan-minuman anak-anaknya. 

Menurut dia, terdapat tiga hal yang menyebabkan diagnosis gejala penyakit gagal ginjal akut itu. Di antaranya, riwayat keturunan, perilaku konsumsi makan dan minum, serta kebiasaan atau aktivitas anak-anak. 

"Tiga hal tersebut sangat memengaruhi fungsi ginjal. Makanya, riwayat keturunannya perlu ditelusuri. Kemudian perilaku anak, terutama dalam pola makan, dan kebiasaan atau aktivitasnya anak itu apa dalam kesehariannya," ungkap Husnul. 

Husnul menjelaskan, penyakit gagal ginjal akut bukanlah penyakit misterius yang tiba-tiba muncul. Namun, sering anak-anak sulit untuk menyampaikan rasa sakit yang dialaminya. Maka, dengan kondisi seperti itu, dibutuhkan perhatian lebih dari keluarga, terutama orang tua terhadap anak-anak.

Sementara itu, Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular dan Kesehatan Jiwa Dinkes Kota Malang drg Muhammad Zamroni megimbau masyarakat juga harus lebih waspada dan perhatian terhadap kondisi kesehatan anak-anaknya. 

"Apabila ada gejala mirip ginjal akut pada anak-anaknya yang berusia kurang dari 18 tahun, seperti penurunan volume buang air kecil (BAK) atau tidak ada air kencing sama sekali dengan atau tanpa demam, agar segera dibawa ke faskes," ujar Zamroni. 

Lebih lanjut, Dinkes Kota Malang juga terus melakukan berbagai upaya preventif pada penyakit-penyakit yang menyerang anak-anak, utamanya gagal ginjal akut. Selain itu, secara rutin Dinkes Kota Malang melalui puskesmas telah melakukan skrining kesehatan dasar pada siswa-siswi di masing-masing wilayah. 

 Dinkes Kota Malang melalui puskesmas-puskesmas yang tersebar di Kota Malang juga telah melakukan penyuluhan kepada masyarakat. Selain itu, edukasi disampaikan melalui beberapa media yang dimiliki Dinkes, puskesmas, dan faskes lainnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru