Malangtimes

Ini 4 Sorotan Korupsi Apeng, Bos Duta Palma yang Tertutup Kasus Ferdy Sambo 

Oct 18, 2022 08:42
Screenshoot video penyitang uang korupsi bos PT Duta Palma (sumber TikTok)
Screenshoot video penyitang uang korupsi bos PT Duta Palma (sumber TikTok)

JATIMTIMES - Direktur Indikator Politik, Burhanudin Muhtadi menyoroti kasus korupsi PT Duta Palma yang tenggelam akibat drama kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat alias Brigadir J yang melibatkan mantan Kadiv Propam, Ferdy Sambo

"Penyitaan barang bukti kasus korupsi Duta Palma triliunan rupiah ini tenggelam oleh drama Sambo yang tak kunjung usai," tulis Burhanudin Muhtadi, dari akun Twitternya. 

Sebelumnya, beredar video di media sosial yang memperlihatkan tumpukan uang triliunan rupiah disita oleh Kejaksaan Agung. Uang tersebut disita dalam kasus korupsi bos PT Duta Palma Group, Surya Darmadi alias Apeng. Uang tersebut terdiri dari tiga mata uang, rupiah, dolar AS dan dolar Singapura. 

Nampak uang tumpukan tersebut juga terbungkus rapi dalam plastik. Rupiah yang disita senilai Rp 5 Triliun, dolar AS mencapai USD 11 juta dan dolar Singapura SGD 654,04. 

Hingga saat ini, kasus sidang korupsi Apeng beragendakan pemeriksaan saksi, pada Senin (17/10/2022). Dalam sidang tersebut, kedua saksi yang dihadirkan mengakui bahwa PT Duta Palma Group telah mengantongi tiga Hak Guna Usaha (HGU) untuk dua perusahaan kelapa sawitnya. 

Berikut ini JatimTimes merangkum 4 dugaan kasus yang menimpa Apeng, Bos Duta Palma Group, mengutip dari situs berita lingkungan, Mongabay. 

1. Lima perusahaan Duta Palma Group, yakni PT Kencana Amal Tani, PT Seberida Subur, PT Palma Satu, PT Panca Agro Lestari dan PT Banyu Bening Utama, diduga berkebun sawit dalam kawasan hutan sejak 2003. 

Di Riau, ada juga perusahaan Duta Palma Group yang izin hak guna usaha kena bekukan. PT Duta Palma Nusantara ini disebut sudah bermasalah sejak lama.

2. Surya Darmadi, menjalani sidang perdana di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, 8 September 2022. 

Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat mendakwa Apeng merugikan keuangan dan perekonomian negara Rp 86,5 triliun. Hitungan tersebut dua kali berubah. Semula Kejagung mengumumkan Rp 78 triliun. Sebelum diajukan ke meja hijau sempat bertambah jadi Rp104 triliun.

3. Sejak penyitaan itu, berbagai aset Duta Palma Grup yang tersebar di sejumlah provinsi pun kena imbas. Seperti, PT Duta Palma Nusantara. Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional, memblokir hak guna usaha (HGU) perusahaan sawit yang terletak di Kuantan Singingi, Riau ini.

4. PT Duta Palma Nusantara di Riau bermasalah, antara lain konflik lahan dengan Masyarakat Adat Siberakun.

Perusahaan ini bahkan sudah masuk Panitia Khusus Konflik Lahan bentukan DPRD Riau, sejak November tahun lalu. Marwan Yohanis, Ketua Pansus DPRD Riau, menyebut, masalah perusahaan Surya Darmadi itu paling besar diantara kasus lain.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru