Malangtimes

Netizen Soroti Pakaian Sidang Ferdy Sambo: Kok Pakai Batik, Mana Baju Oranye-nya? 

Oct 17, 2022 11:58
Ferdy Sambo saat sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwaan oleh JPU.(sumber TikTok live iNews)
Ferdy Sambo saat sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwaan oleh JPU.(sumber TikTok live iNews)

JATIMTIMES - Sidang perdana eks Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo atas kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir Nopriansyah Yosua atau Brigadir J digelar sejak pukul 09.49 WIB. Ferdy Sambo menjalani sidang di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan itu dengan mengenakan batik cokelat.

Baju batik itulah yang disorot netizen. Warganet mempermasalahkan mengapa Ferdy Sambo tidak berbaju tahanan warna oranye saat sidang.

“Tersangka pakai masker, gak diborgol, kalau bukan ferdy sambo beneran gimana? kalau melarikan diri gimana?” tulis @cekewerschan***.

"Sidang ga pake rompi tahanan dong," ucap @8**.

“Kok pakai baju batik?” sambung @Marthinsir***. 

"Kenapa tidak pakai baju tahanan," sergah @AzzY***.

"Sidangnya pakai batik, kenapa ngga pakai baju tahanan," kata @dimasprak***.

“Borgolnya mana?” ucap  @khaifialat***. 

Diketahui, kejadian pembunuhan Brigadir J dijelaskan melalui surat dakwaan yang dibacakan  JPU (jaksa penuntut umum). Dalam bacaan itu, jaksa menjelaskan Ferdy Sambo marah dan emosional setelah istrinya, Putri Candrawathi, menelepon dan menceritakan dirinya mendapatkan pelecehan oleh Brigadir J. 

"Ferdy Sambo sedang berada di Jakarta pada hari Jumat dini hari tanggal 8 Juli 2022 menerima telepon dari Putri Candrawathi yang sedang berada di rumah Magelang. Sambil menangis, berbicara pada Ferdy Smabo bahwa Yosua selaku ajudan Ferdy Sambo yang ditugaskan untuk mengurus segala keperluan Putri Candrawathi telah masuk ke kamar pribadi Putri Candrawathi dan melakukan perbuatan kurang ajar terhadap Putri Candrawati," kata jaksa yang membacakan surat dakwaan dalam sidang perdana Ferdy Sambo. 

Usai bercerita kepada Ferdy Sambo, justru Putri meminta suaminya itu untuk tidak menghubungi siapa pun. Alasannya karena Brigadir J memiliki tubuh besar dibandingkan ajudan lain dan bersenjata. 

"Jangan hubungi ajudan, jangan hubungi yang lain, mengingat rumah Magelang kecil dan takut ada orang lain yang mendengar cerita tersebut. Putri khawatir akan terjadi sesuatu yang tidak diinginkan mengingat Yosua memiliki senjata dan tubuhnya lebih besar dibanding dengan ajudan lain," ujar jaksa. 

Ferdy Sambo pun mengiyakan permintaan istrinya dan kemudian Putri kembali pulang ke Jakarta. Saat itulah, Ferdy Sambo merencanakan pembunuhan terhadap Brigadir J. 

"Putri Candrawathi mengajak Brigadir J ke rumah Duren Tiga dengan alasan isolasi mandiri," ungkap JPU. 

Lantas pembunuhan Brigadir J itu terjadi di rumah Duren Tiga. Namun, Ferdy Sambo sempat mengarang cerita bahwa Brigadir J tewas karena terjadi tembak-menembak dengan Eliezer setelah mendengar Putri berteriak gegara dilecehkan Brigadir J.

Skenario itu terbongkar hingga akhirnya Ferdy Sambo didakwa dengan tuntutan Pasal 340 KUHP Subsider Pasal 338 KUHP Juncto Pasal 55 Ayat 1 Ke-1 KUHP. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru