Malangtimes

Tak Segera Ditangani dengan Tepat, Dampak Gas Air Mata Bisa Akibatkan Infeksi hingga Glaukoma

Oct 15, 2022 18:33
Rakor penanganan dampak korban Kanjuruhan.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).
Rakor penanganan dampak korban Kanjuruhan.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).

JATIMTIMES - Dampak penembakan gas air mata yang terjadi pada tragedi Kanjuruhan, Sabtu (1/10/2022) lalu masih dirasakan banyak korban. Hingga saat ini, total korban dalam insiden memilukan tersebut tercatat ada sebanyak 737 orang. Di mana, 132 orang diantaranya tercatat meninggal dunia. 

Selain itu, tercatat ada sebanyak 605 korban selamat, 579 orang mengalami luka ringan hingga sedang dan 26 orang mengalami luka berat. Informasi yang diterima media ini di lapangan, salah satu dampak yang paling banyak dialami korban adalah pada bagian matanya. 

"Memang itu dampak gas air mata, tidak ada lagi yang lain. Selain itu juga berdesak-desakan, itu kan hal yang lain. Traumanya kalau matanya kena sentuh atau yang lain, itu bisa dibedakan," ujar Direktur Klinik Eye Center, dr. Safarudin Reva. 

Dari pantauannya, efek yang dirasakan para korban itu kemungkinan adalah rasa panas pada mata, terasa mengganjal, pandangan kabur. Bahkan jika dampak yang dirasa terlalu parah dan tidak segera mendapat penanganan tepat bisa berimbas pada kebutaan.

"Nanti kalau komplikasinya berjangka terlalu lama bisa terjadi glaukoma atau kebutaan. Tapi saya yakin tidak ada yang sampai buta," jelas dr. Reva. 

Dirinya memperkirakan, dengan penanganan yang tepat, maka proses penyembuhan gejala pada yang muncul akibat gas air mata itu tak lebih dari 1 bulan. Itupun menurutnya, untuk dampak yang dinilai parah.

"Itu kalau efeknya terlalu parah. Kalau merahnya tipis-tipis ya cepat. Penjelasan klinis, mulai dari iritasi, kalau kena kornea, bisa kering matanya dan bisa infeksi macam-macam," pungkas dr. Reva. 

Sebagai informasi korban selamat atas Tragedi Kanjuruhan yang mengalami gejala mata dipastikan bisa mendapatkan perawatan di Klinik Eye Center secara gratis. Sebab untuk pembiayaan akan difasilitasi penuh oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang. 

Bupati Malang HM. Sanusi mengatakan, hal tersebut sudah mulai dapat dilakukan sejak Rabu (12/10/2022). Para korban tragedi Kanjuruhan yang berkenan mendapatkan perawatan tersebut bisa mendatangi di Klinik Eye Center yang ada di 3 lokasi. 

Untuk di wilayah Malang Selatan, bisa menuju ke Kepanjen Eye Center yang terletak di Jl. Panglima Sudirman, Dilem Ngadilangkung, Kepanjen. Untuk masyarakat yang berdomisili di Kota Malang bisa menuju Malang Eye Center di Jl. Dr. Cipto Kota Malang. Sedangkan untuk yang ada di Malang Utara bisa menuju ke Kendedes Eye Center di Pagentan Singosari. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru