Malangtimes

Kuasa Hukum Bripka Ricky Sebut Tak Tahu Soal Perintah Ferdy Sambo 'Hajar Chard' 

Oct 14, 2022 19:36
Tersangka dugaan pembunuhan berencana Brigadir Yosua (sumber twitter)
Tersangka dugaan pembunuhan berencana Brigadir Yosua (sumber twitter)

JATIMTIMES - Sejak jumpa pers pada Rabu (12/10/2022), pengacara keluarga Eks Kadivpropam Polri, Ferdy Sambo mengungkapkan bahwa kliennya tidak meminta Richard Eliezer untuk menembak. 

Febri Diansyah, kuasa hukum Ricky menjelaskan bahwa Ferdy Sambo menggunakan kata 'hajar' saat memerintahkan Richard Eliezer. "Memang ada perintah FS pada saat itu, yang dari berkas kami dapatkan itu perintahnya adalah 'hajar, Chad'. Namun yang terjadi adalah penembakan pada saat itu," ungkap Febri. 

Namun, kuasa hukum tersangka Bripka Ricky Rizal menyebutkan tak tahu menahu soal perintah 'hajar Chard'. 

"Nggak tahu, nggak mungkin juga (Ricky) menolak untuk panggil (Eliezer) ke atas, 'kamu tolong panggil si Richard'. Tapi kan dia masih galau di bawah kan. Nunggu, apa gimana," kata pengacara Ricky, Erman Umar, dikutip dari detik.com. 

Saat itu, disebutkan Erman, Ricky juga awalnya diperintahkan untuk menembak Yosua, tetapi menolak. Sehingga pada akhirnya, Bharada E yang diperintahkan menembak. 

"Yang rasionalnya, namanya pangkat bawah walaupun terguncang kan, walau (Putri Candrawathi) merasa dilecehkan kan. Toh iya apa benar, kan pasti ada klarifikasi atau apa. Makanya si Rizal nggak bisa ngomong ke siapa-siapa lagi karena takut salah pengertian lagi, dia lagi nanti yang dihajar sama ajudan yang lain," katanya.

"'Tadi Bapak nyuruh saya menembak, sekarang si Richard', apa nggak terjadi keguncangan nanti di lingkungan ajudan kalau terjadi itu? Apa nggak, membahayakan Ricky Rizal dong kalau ketahuan sama Sambo," tambah keterangan Eman. 

Erman juga menegaskan bahwa kliennya tidak membantu FS dalam melakukan pembunuhan terhadap Brigadir J. 

"Karena dia masih berpikir rasional ya, nggak mungkinlah, apalagi (pembunuhan dilakukan) di rumah. Kalau toh, kita pasti berpikir mau bunuh di mana sih dibunuh? Pasti di tempat yang jauh, yang sepi, kalau normal lah. Masa di rumah dinas? Nggak berpikir rasionalnya itu," ujarnya. 

Namun karena kuasa, Erman menyebut Ricky tak berani memberi nasehat ke bosnya, FS. 

"Saya bertahan, bahwa apa yang dilakukan Ricky karena bukan membantu, ikut-ikut. Dia kan malah menolak, itu kan suatu sikap. Tapi kan dia nggak bisa nasihatin bosnya karena relasi kuasa. Itu suatu hal yang tegas bahwa dia tidak mau menghilangkan nyawa temannya," tambahnya.

Diketahui, Ferdy Sambo (FS) diduga melakukan pembunuhan berencana kepada ajudan istrinya, Brigadir Yosua. Istrinya, Putri Candrawati juga menjadi tersangka dalam kasus tersebut. 

Tak hanya FS dan istri, Bharada Richard Eliezer (ajudan), Bripka Ricky Rizal (ajudan) dan Kuat Ma'ruf (sopir) juga telah menjadi tersangka dalam kasus yang menewaskan Brigadir J tersebut. 

Bukan hanya itu, kasus Ferdy Sambo ini juga melibatkan beberapa oknum anggota kepolisian. Hingga saat ini, untuk perkara obstruction of justice di penyidikan Brigadir J telah ditetapkan 7 tersangka. 

Para tersangka itu adalah Ferdy Sambo, Brigjen Hendra Kurniawan, Kombes Agus Nurpatria, AKBP Arif Rahman, Kompol Baiquni Wibowo, Kompol Chuck Putranto dan AKP Irfan Widyanto. 

Sidang kasus pembunuhan berencana dan obstruction of justice dengan terdakwa Ferdy Sambo itu bakal digelar pada Senin, 17 Oktober 2022. Diduga pernyataan kuasa hukum keluarga FS itu menjadi drama baru versi Sambo jelang persidangan. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru