Malangtimes

Terkuak, Kuat Ma'ruf yang Desak Majikannya Laporkan Brigadir J ke Ferdy Sambo

Oct 14, 2022 18:47
Tersangka dugaan pembunuhan berencana Brigadir Yosua.(sumber twitter)
Tersangka dugaan pembunuhan berencana Brigadir Yosua.(sumber twitter)

JATIMTIMES - Sopir Putri Candrawathi, Kuat Ma'ruf, diduga kuat menjadi sosok yang mendesak majikannya untuk melaporkan Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J kepada Ferdy Sambo. 

Dugaan itu terungkap dari surat dakwaan jaksa yang dilihat di SIPP PN Jakarta Selatan, Rabu (12/10/2022). 

Surat itu berisi dakwaan bahwasanya usai pertemuan antara Putri dengan Yoshua di dalam kamar, Kuat Ma'ruf mendesak majikannya agar melaporkan Yoshua ke Ferdy Sambo. Padahal nyatanya, Kuat sendiri tak mengetahui apa yang terjadi antara Putri dan Brigadir J. 

"Ibu harus lapor Bapak, biar di rumah ini tidak ada duri dalam rumah tangga ibu', meskipun saat itu saksi Kuat Ma'ruf masih belum mengetahui secara pasti kejadian yang sebenarnya," isi surat dakwaan jaksa dilihat di SIPP PN Jaksel.

Dalam keterangan surat tersebut, desakan Kuat Ma'ruf kepada Putri Candrawathi terjadi saat berada di Perum Cempaka Residence Blok C III, Jalan Cempaka, Kelurahan Banyu Rojo, Kecamatan Mertoyudan, Magelang, Jawa Tengah. 

Sebelum terjadi desakan itu, Putri memanggil Yoshua untuk datang ke kamar pribadinya. Putri duduk di atas ranjang, sementara Yosua duduk di lantai.

Usai pertemuan di kamar pribadi Putri sekitar 15 menit, kemudian datanglah Kuat Ma'ruf kpada Putri dan mendesak untuk melaporkan Brigadir J ke  suaminya, Ferdy Sambo, yang saat itu masih menjabat kadiv propam. 

Laporan dari Putri itulah yang akhirnya membuat Ferdy Sambo diduga melakukan pembunuhan berencana kepada Brigadir J. Namun hingga saat ini belum diketahui secara jelas apa yang dikatakan Kuat Ma'ruf sehingga Putri melaporkan ajudannya ke Ferdy Sambo. 

Diketahui, Ferdy Sambo (FS) diduga melakukan pembunuhan berencana kepada Brigadir Yoshua. Istrinya, Putri Candrawathi, juga menjadi tersangka dalam kasus itu.  

Tak hanya FS dan istri, Bharada Richard Eliezer (ajudan), Bripka Ricky Rizal (ajudan) dan Kuat Ma'ruf (sopir) juga telah menjadi tersangka dalam kasus yang menewaskan Brigadir J tersebut. 

Bukan hanya itu. Kasus Ferdy Sambo ini juga melibatkan beberapa oknum anggota kepolisian. Hingga saat ini, untuk perkara obstruction of justice dalam pembunuhan Brigadir J, telah ditetapkan 7 tersangka. 

Para tersangka itu adalah Ferdy Sambo, Brigjen Hendra Kurniawan, Kombes Agus Nurpatria, AKBP Arif Rahman, Kompol Baiquni Wibowo, Kompol Chuck Putranto dan AKP Irfan Widyanto. 

Sidang kasus pembunuhan berencana dan obstruction of justice dengan terdakwa Ferdy Sambo itu bakal digelar pada Senin 17 Oktober 2022. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru