Malangtimes

Peluru Gas Air Mata yang Ditembakkan Saat Tragedi Kanjuruhan Sebagian Macet, ini Penjelasan TGIPF

Oct 07, 2022 20:48
Rombongan TGIPF usai melakukan penelusuran di Polres Malang. (Foto : Ashaq Lupito / Jatim TIMES)
Rombongan TGIPF usai melakukan penelusuran di Polres Malang. (Foto : Ashaq Lupito / Jatim TIMES)

JATIMTIMES - Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) menyebut, jika sebagian peluru gas air mata yang ditembakkan saat tragedi Kanjuruhan mengalami kets atau peluru macet. Hal itu ditemukan TGIPF saat melakukan penelusuran di Malang termasuk di Polres Malang, Jumat (7/10/2022).

"Peluru itu kadang-kadang ditembakkan bisa ada yang kets. Nah informasi yang kami terima dan yang perlu akan kami konfirmasi lebih lanjut, itu ada beberapa peluru yang kets," kata Anggota TGIPF Mayjen TNI (Purn) Suwarno, usai melakukan penelusuran di Polres Malang, Jumat (7/10/2022).

Menurutnya, kejadian peluru yang mengalami kets tidak hanya terjadi pada selongsong peluru gas air mata. Namun juga bisa terjadi pada peluru tajam sekalipun. "Seperti halnya peluru pada umumnya, itu peluru tajam pun kadang-kadang kita temukan ada yang kets," jelasnya.

Terlepas dari adanya peluru gas air mata yang mengalami kets, Suwarno menyebut jika TGIPF sejauh ini sudah mendalami beberapa senjata pelontar gas air mata. Jumlahnya ada 11 senjata yang digunakan saat tragedi Kanjuruhan. 

"Kami belum tahu persis, tapi ada yang ditembakan," tegasnya.

Ketika ditanya ada berapa selongsong peluru gas air mata yang sedang di dalami TGIPF, Suwarno mengaku masih belum mengetahui secara gamblang. Oleh karena itu, pihaknya mengaku bakal berkoordinasi dengan pihak terkait termasuk Kapolda Jawa Timur (Jatim) guna memastikan ada berapa peluru gas air mata yang ditembakkan saat tragedi Kanjuruhan.

"Saya belum sempat tahu seberapa banyak, karena itu bagian dari pada penyidikan. Kapolda (Jatim) menjanjikan akan menyampaikan hasil penyidikan sementara kepada kita (TGIPF)," ujarnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru