Malangtimes

TGIPF Hampir Dua Jam di Kantor Arema FC, Ini Hasilnya

Oct 07, 2022 20:29
Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) Peristiwa Kanjuruhan saat memasuki Kantor Arema FC yang berada di Jalan Mayjen Panjaitan Nomor 42, Kota Malang, Jumat (7/10/2022). (Foto: Tubagus Achmad/JatimTIMES)
Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) Peristiwa Kanjuruhan saat memasuki Kantor Arema FC yang berada di Jalan Mayjen Panjaitan Nomor 42, Kota Malang, Jumat (7/10/2022). (Foto: Tubagus Achmad/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Sebanyak lima anggota dari Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) mendatangi Kantor Arema FC yang berada di Jalan Mayjen Panjaitan Nomor 42, Kota Malang pada Jumat (7/10/2022) tadi sekitar pukul 14.25 WIB. 

Dalam kunjungannya ke Kantor Arema FC, para anggota TGIPF kemudian masuk ke sebuah ruangan di salah satu pintu ruangan yang berada di tempat konferensi pers. Para awak media pun tampak hanya dapat sedikit mengambil gambar maupun video. Pasalnya, usai kelima anggota TGIPF masuk ke ruangan tersebut, Manajer Arema FC Ali Rifki menutup pintu dan pertemuan itu tertutup bagi awak media. 

Sekilas saat JatimTIMES.com berhasil mengabadikan di ruangan tersebut, tampak TGIPF disambut oleh Presiden Arema FC Gilang Widya Pramana, Manajer Arema FC Ali Rifki, Ketua Panitia Pelaksana Arema FC Abdul Haris, yang didampingi kuasa hukumnya Sumardhan. 

Sementara untuk anggota dari TGIPF yang hadir di Kantor Arema FC yakni Sekretaris TGIPF Nur Rochmad (Mantan Jaksa Agung Muda Pidana Umum) beserta empat anggota di antaranya Anton Sanjoyo (Jurnalis Kompas), Akmal Marhali (Koordinator Save Our Soccer), Sumaryanto (Rektor Universitas Negeri Yogyakarta), dan Nugroho Setiawan (mantan Pengurus PSSI). 

Bersamaan dengan kunjungan itu, berselang satu jam di dekat ruangan pertemuan tersebut juga digelar tahlilan dan doa bersama untuk para korban tragedi di Stadion Kanjuruhan. 

Kemudian sekitar pukul 16.15 WIB rombongan TGIPF pun keluar dari Kantor Arema FC. Salah satu anggota TGIPF pun berhasil ditemui, yakni Akmal Marhali. Akmal mengatakan bahwa kunjungannya bersama anggota TGIPF lainnya dalam rangka takziah dan mengumpulkan bahan keterangan serta bukti tambahan dalam pengusutan kasus tragedi di Stadion Kanjuruhan. 

"Kita datang kesini pertama untuk bertakziah mengucapkan duka cita, kemudian menguatkan hati bahwa ini musibah dan ke depannya sepak bola kita diharapkan agar lebih baik," ujar Akmal kepada JatimTIMES.com, Jumat (7/10/2022). 

Pria yang merupakan Koordinator Save Our Soccer ini menyampaikan, bahwa nantinya data-data yang telah dikumpulkan dari kunjungannya di Kantor Arema FC akan dikumpulkan menjadi satu dengan temuan Tim TGIPF yang lainnya. 

"Yang harus diingat bahwa kita ini bukan lembaga eksekusi, bahwa kita ini hanya lembaga yang sebatas memfasilitasi apa-apa saja yang bisa dijadikan fakta-fakta empirik dari kasus ini. Bukan yang akan menghukum, menjatuhkan hukuman, bukan. Jadi kita mau mendudukkan persoalan ini pada porsi yang sebenar-benarnya," jelas Akmal. 

Disinggung mengenai apakah dalam pertemuan yang terjadi hampir dua jam itu terdapat hal-hal yang kontraproduktif antara pihak manajemen Arema FC dengan temuan TGIPF, Akmal pun mengatakan bahwa kunjungannya kali ini masih di tahapan pengumpulan bahan keterangan. 

"Kita belum kepada kesimpulan data kontraproduktif. Kita kumpul-kumpulin dulu saja semua datanya," kata Akmal. 

Lebih lanjut, disinggung mengenai hasil temuan TGIPF akankah menjadi pembanding dari data-data yang diperoleh pihak kepolisian, Akmal pun membantah. "Nggak pembanding (versi data kepolisian). Kita saling mengisi untuk saling menyempurnakan ke depan," ujar Akmal. 

Pihaknya pun menjelaskan, terkait yang dimaksud menyempurnakan adalah semisal terjadi perbedaan data korban meninggal dunia yang diperoleh TGIPF dengan pihak kepolisian, ini lah yang nantinya akan disempurnakan. 

"Misal dari 131 ternyata jumlahnya 130, lah ini kan harus kita sempurnakan. Jadi kita tidak mau berpolemik soal kasus ini di media. Tapi bagaimana inti persoalannya adalah menyelesaikan kasus ini. Bukan berpolemik soal ada botol minuman yang di lapangan, kita tidak berpolemik soal itu," terang Akmal. 

"Jadi kita fokus untuk bagaimana menyelesaikan masalah ini seadil-adilnya, se transparan mungkin. Plus tentunya yang paling utama perbaikan ke depannya," tandas Akmal. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru