Malangtimes

Wujudkan Lembaga dan SDM yang Bersih dari Hal Menyimpang, Begini Yang Dilakukan UIN Maliki Malang

Oct 07, 2022 20:14
Sosialisasi pengendalian gratifikasi menuju Wilayah Bebas Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersi. (Ist)
Sosialisasi pengendalian gratifikasi menuju Wilayah Bebas Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersi. (Ist)

 JATIMTIMES - Mewujudkan kampus yang bersih dari hal-hal menyimpang seperti gratifikasi, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang terus memberikan pemahaman terhadap para dosen maupun pegawainya. 

Hal ini dilakukan melalui sosialisasi Pengendalian Gratifikasi Menuju Wilayah Bebas Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani dengan mengundang para dosen pengampu mata kuliah kewarganegaraan di Ruang Sidang Senat, Gedung Rektorat  UIN Maliki, Jumat (7/10/2022).

Kepala Unit Pengendali Gratifikasi (UPG) Dr Khoirul Hidayah MH menjelaskan,  gratifikasi sangat dekat dengan pekerjaan apa pun, termasuk di ranah pendidikan. Untuk itu, hal ini tentunya tidak diinginkan menjadi sebuah budaya yang mengakar di tempat kerja dengan tujuan dan alasan apapun. Sebab, gratifikasi sangat memengaruhi integritas kinerja seseorang. 

"Tentu kita mau bekerja aman dan selamat. Maka dari itu gratifikasi perlu dikendalikan agar bekerja selalu profesional," tandasnya. 

UPG bekerja sama dengan satuan pengawas internal (SPI) untuk memaksimalkan dalam pengendalian gratifikasi. Unit yang didirikan pada 1 April ini menunjukkan keseriusan dalam mengemban amanah rektor. 

Keseriusan itu ditunjukkan dengan memberikan kesempatan bagi siapa oun yang ingin melaporkan praktik gratifikasi. Proses pelaporan ini dapat dilakukan secara daring dengan mengusu formulir yang ada. 

Dari formulir laporan tersebut, kemudian akan dilanjutkan dengan pemeriksaan kebenarannya. Laporan ini kemudian akan ditindaklanjuti sesuai dengan aturan yang ada. 

Selain itu, apresiasi  akan diberikan pimpinan kampus, yakni rektor UIN Malang. Bagi mereka yang bersih dari gratifikasi, telah disiapkan penghargaan khusus. "Akan disiapkan penghargaan khusus bagi insan-insan seperti itu," paparnya.

Diharapkan, sosialisasi yang dihelat UPG ini mendapatkan hasil yang positif. Para dosen diharapkan dapat memberikan informasi terkait gratifikasi ini kepada para mahasiswa agar kian memaksimalkan dalam upaya menyiapkan kasus tersebut.

Sementara itu, sosialisasi ini dihadiri oleh Achmad Nasution, analis kebijakan di Inspektorat Daerah Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru