Malangtimes

Bupati Sanusi Pimpin Jajaran Pemkab Malang Tahlil dan Doa Bersama 7 Hari Tragedi Kanjuruhan

Oct 07, 2022 19:21
Bupati Malang HM. Sanusi didampingi Wabup Malang Didik Gatot Subroto dalam tahlil dan doa bersama di Stadion Kanjuruhan.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).
Bupati Malang HM. Sanusi didampingi Wabup Malang Didik Gatot Subroto dalam tahlil dan doa bersama di Stadion Kanjuruhan.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).

JATIMTIMES - Bupati Malang, HM. Sanusi memimpin tahlil dan doa bersama yang digelar di halaman Stadion Kanjuruhan, Kepanjen Kabupaten Malang, Jumat (7/10/2022). Tahlil dan doa bersama itu digelar tepat 7 hari pasca-tragedi Kanjuruhan yang memilukan, Sabtu (1/10/2022) lalu. 

Bupati Sanusi didampingi Wakil Bupati (Wabup) Malang, Didik Gatot Subroto bersama seluruh jajaran organisasi perangkat daerah (OPD), camat, seluruh kepala desa (kades) dan lurah se-Kabupaten Malang. Selain itu, kegiatan ini dihadiri beberapa anak yatim. 

"Atas nama bupati dan seluruh jajaran Kabupaten Malang, menyampaikan bela sungkawa dan duka yang sangat mendalam atas peristiwa 1 Oktober, tragedi Kanjuruhan yang mengakibatkan 131 warga meninggal dunia. Mudah-mudahan  dosanya diampuni," ujar Sanusi kepada JatimTIMES, Jumat (7/10/2022). 

Sanusi memastikan bahwa dalam peristiwa memilukan itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang telah memberikan perlakuan dan penanganan yang tepat terhadap korban. Termasuk kepada korban selamat yang hingga saat ini masih dirawat. 

"Saya dan wabup serta jajaran telah memberikan perlakuan dan pelayanan maksimal terhadap korban tragedi Kanjuruhan. Telah memberikan pelayanan yang terbaik. Tentu semua tidak ada yang sempurna. Saya mohon maaf bila dalam melayani masyarakat kurang berkenan," ucap Sanusi. 

Pemberian santunan kepada sejumlah keluarga korban Tragedi Kanjuruhan.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).

Selain itu, Sanusi  memastikan bahwa semua biaya perawatan korban juga akan ditanggung Pemkab Malang. Dirinya berharap, jika ada informasi terkait adanya korban tragedi Kanjuruhan yang masih ditarik biaya oleh rumah sakit agar segera disampaikan. 

"Biayanya akan kami kembalikan karena biaya perawatan di rumah sakit sudah ditanggung pemerintah," imbuh Sanusi. 

Dalam upaya pemulihan kondisi korban peristiwa itu, Pemkab Malang juga telah mendirikan posko trauma healing. Posko itu digunakan untuk memberi pelayanan terhadap korban maupun keluarga korban yang mengalami dampak psikis atau traumatik dalam peristiwa kelam itu. 

"Mulai kemarin saya bentuk posko trauma healing. Rencananya akan saya bentuk du tujuh titik wilayah. Khusus bagi korban yang masih trauma. Beberapa di antaranya akan saya dirikan di Singosari, Ngantang, Dampit, Sumberpucung. Pelaksanaannya akan dibantu 5  perguruan tinggi," pungkas Sanusi. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru