Malangtimes

Ketua Panpel Arema Abdul Haris Buka Suara, Sampaikan Fakta Baru Buntut Tragedi Kanjuruhan

Oct 07, 2022 18:43
Stadion Kanjuruhan sebelum terjadi kericuhan yang menyebabkan banyak korban. (foto: Hendra Saputra/JatimTIMES)
Stadion Kanjuruhan sebelum terjadi kericuhan yang menyebabkan banyak korban. (foto: Hendra Saputra/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Ketua Panpel Arema  Abdul Haris akhirnya buka suara soal pintu Stadion Kanjuruhan yang tertutup.  Ia mengaku secara prosedur panpel tidak ada masalah dan pintu telah dibuka sebelum pertandingan usai.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menjelaskan bahwa security officer Suko Sutrisno memerintahkan anggotanya untuk meninggalkan pintu gate. Akibatnya  suporter sulit keluar ketika ada kepulan gas air mata.

Abdul Haris saat ditemui di Kandang Singa -sebutan Kantor Arema FC- mengaku ada hal yang seharusnya diketahui publik. Yakni sepengetahuannya, pintu telah dibuka oleh security officer.

“Menjelang akhirpermainan, masih terbuka pintu itu. Jadi,secara normatif, prosedur tim panitia tidak ada persoalan. Tidak ada pintu yang tertutup. Artinya, terbuka pintu itu. Kami berdasarkan data dari penjaga pintu,” kata Abdul Haris, Jumat (7/10/2022).

Haris pun menceritakan pengalaman  saat berkunjung ke salah satu rumah duka karena ada salah satu Aremanita yang meninggal dunia saat  tragedi Kanjuruhan.

Haris mendapatkan cerita dari keluarga korban bahwa sebelum menit 85, dia lari ke pintu stadion. Dan saat itu pintu masih terbuka.

“Jadi, ada Aremanita yang nonton bersama kakaknya. Belum masuk sampai menit 85, dia lari masuk ke pintu stadion. Terbuka. Tapi pas kejadian, pintu tertutup,” ungkap Haris.

Haris pun mengaku bahwa sesuai aturan, pintu sudah harus terbuka saat pertandingan menjelang selesai.  Namun, jika ada oknum yang sengaja menutup pintu tersebut, ia meminta  keadilan ditegakkan.

“Sesuai (aturan), harus terbuka. Kalau ada oknum menutup, silakan lihat CCTV. Itu ada petugas yang menjaga. Saya ketua panpel ada di tengah. Pintu semua dibuka laporan dari Pak Suko,” beber Haris.

“(Untuk saat ini) CCTV, kami belum membuka. Nanti di pengadilan dibuka,” imbuh Haris.

Dari informasi yang diterima media ini,  Ketua Panpel Arema FC Abdul Haris membawahi sekitar 250 security officer atau match steward. Mereka bertugas di pintu dan sente ban. Sementara, keamanan dari polisi di bawah kendali kabagops Polres Malang.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru