Malangtimes

6 Kecamatan di Kabupaten Malang Rawan Kebanjiran, Sebabkan 1 Korban Meninggal

Oct 06, 2022 19:41
Kondisi beberapa rumah warga saat bencana banjir melanda di Sitiarjo. (Foto : Istimewa)
Kondisi beberapa rumah warga saat bencana banjir melanda di Sitiarjo. (Foto : Istimewa)

JATIMTIMES - Curah hujan tinggi yang terjadi di Kabupaten Malang, memicu terjadinya bencana banjir. Sejak awal tahun 2022, musibah banjir sudah terjadi di beberapa kecamatan yang ada di Kabupaten Malang. Bahkan, menyebabkan bencana susulan dan satu orang meninggal dunia.

Berdasarkan data yang di himpun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, sedikitnya ada enam kecamatan yang masuk zona rawan kebanjiran. Di antaranya meliputi Kecamatan Kasembon hingga Sumbermanjing Wetan (Sumawe).

"Dari catatan kami, daerah rawan banjir di Kabupaten Malang ada di Kecamatan Pujon, Ngantang, Kasembon, Sumawe, Tirtoyudo, dan Ampelgading," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan.

Sementara itu, berdasarkan catatan terbaru, yakni sejak Januari hingga September 2022, sudah ada lima kali bencana banjir yang terjadi di Kabupaten Malang.

"Hingga bulan September (2022) kami sudah menangani lima bencana banjir di Kabupaten Malang. Terbaru di Sitiarjo pada bulan Juni lalu," imbuhnya.

Saat itu, dijelaskan Sadono, hujan deras yang terjadi di Kecamatan Sumawe termasuk di Desa Sitiarjo menyebabkan puluhan rumah warga terendam banjir. Selain itu, beberapa akses jalan terputus akibat adanya bencana susulan berupa longsor, yang terjadi di beberapa wilayah yang ada di Malang Selatan.

"Kontur wilayah dan posisi Sitiarjo itu seperti mangkok, mulai dari Sumawe hingga turun ke Sitiarjo. Tapi selama tidak bertepatan dengan pasang laut tinggi, biasanya tidak terjadi banjir. Disana rata-rata terjadi banjir karena dipengaruhi adanya pasang laut," jelasnya.

Sementara itu, bencana banjir yang terjadi di Kabupaten Malang dikabarkan telah menyebabkan satu orang meninggal dunia. Identitasnya diketahui bernama Sa'ad warga Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang.

Diceritakan Sadono, kejadian banjir yang menyebabkan hilangnya satu korban nyawa tersebut, terjadi pada 8 Maret 2022 lalu. Ketika itu, pria yang kesehariannya bekerja sebagai buruh tukang bangunan ini, terseret banjir saat melihat arus sungai dibelakang rumah yang sedang dia kerjakan.

"Kejadiannya saat banjir di Lawang. Sebenarnya bukan korban langsung, tapi waktu lihat banjir pijakan kakinya ambrol kemudian hanyut terbawa arus sungai. Korban ditemukan sehari kemudian dalam keadaan meninggal," ungkap Sadono.

Selain menelan satu korban jiwa, bencana banjir di Kabupaten Malang juga menyebabkan bencana susulan. Yakni musibah tanah longsor yang menimpa rumah warga.

"Selain menelan satu korban jiwa, banjir yang terjadi di Kabupaten Malang sementara ini juga menyebabkan bencana susulan berupa tanah longsor. Tercatat ada satu rumah warga yang mengalami longsor akibat di terjang banjir," pungkasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru