Malangtimes

Doa Bersama dan Refleksi Tragedi Kanjuruhan, Mahasiswa Unikama Nyalakan 1000 Lilin Membentuk Kata Arema

Oct 06, 2022 14:44
Doa bersama serta refleksi atas Tragedi Kanjuruhan di Unikama (Ist)
Doa bersama serta refleksi atas Tragedi Kanjuruhan di Unikama (Ist)

JATIMTIMES – Tragedi Kanjuruhan membuat banyak pihak menyayangkan insiden tersebut. Wujud keprihatinan dan kalimat doa banyak diberikan para Aremania yang menjadi korban. 

Salah satunya adalah Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama) dan Komunitas Aremania Kanjuruhan yang menggelar doa bersama serta refleksi atas Tragedi Kanjuruhan, Sabtu (1/10/2022) lalu. 

500 mahasiswa serta civitas akademika Unikama mengikuti refleksi atas Tragedi Kanjuruhan. Selain mendoakan para korban, sebagai wujud keprihatinan mereka kemudian juga menyalakan 1000 lilin yang membentuk tulisan Arema. 

"Semoga saudara-saudara kita yang telah berpulang diberikan tempat sebaik-baiknya, terutama untuk teman kita Abdan Ageng Fauzan, siswa Praktek Kerja Lapangan dari SMKN 7 Malang. Juga mari kita doakan untuk keluarga yang ditinggal diberi ketabahan dan kesabaran," tegas Presiden Mahasiswa Unikama, Abi Naga Parawansa.

1

Setelah itu, dilakukan kegiatan penaburan bunga yang kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu nasional Kulihat Ibu Pertiwi dan menyanyikan lagu Aremania sebagai bentuk duka cita terhadap para korban dan dukungan terhadap keluarga korban yang ditinggalkan.

Mochammad Hilal Fauzi yaitu pendiri komunitas Aremania Kanjuruhan menyampaikan, bahwa nama Aremania bukan hanya bentuk identitas sepak bola saja. Namun juga warga yang tinggal di Malang, tidak terkecuali mahasiswa Unikama yang tidak hanya dari satu daerah saja.

"Walaupun nanti kompetisi dihentikan, nama Arema itu tetap ada karena kita ini Arek Malang. Bukan sepakbolanya tetapi tempat kita tinggal di sini," paparnya.

Untuk itu, pihaknya berharap, apa yang menjadi refleksi dalam kegiatan ini, dan apa yang disampaikan oleh beberapa teman pada saat refleksi benar-benar bisa diresapi, direfleksikan. Selain itu, ia juga menyampaikan, jika fanatisme itu diperbolehkan, namun konteksnya harus Indonesia dan karena semua satu saudara.

Direktur Kemahasiswaan dan Alumni, Dr Sudi Dul Aji MSi memberikan tanggapan bahwa kegiatan doa bersama ini merupakan inisiatif dari para mahasiswa yang didukung oleh BEM. 

"Doa bersama ini merupakan bentuk kepedulian mahasiswa Unikama terhadap Arema atas kejadian di Stadion Kanjuruhan. Adapun satu teman kita dari Unikama yang merupakan siswa PKL dari SMKN 7 Malang juga menjadi korban," terangnya.

Melihat tragedi yang memilukan ini, pihaknya juga memberikan pesan agar kejadian ini tidak boleh terulang lagi. Khususnya untuk mahasiswa yang memang ingin memberikan support pada salah satu cabang olah raga terutama sepak bola.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru