Malangtimes

TGIPF Kanjuruhan Mulai Kerja, Satu Tim Dipimpin Doni Monardo Sudah di Malang

Oct 05, 2022 20:40
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) RI Mahfud MD saat mendampingi Presiden RI Joko Widodo di depan lobi IGD RSSA Malang saat konferensi pers, Rabu (5/10/2022). (Foto: instagram @mohmahfudmd)
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) RI Mahfud MD saat mendampingi Presiden RI Joko Widodo di depan lobi IGD RSSA Malang saat konferensi pers, Rabu (5/10/2022). (Foto: instagram @mohmahfudmd)

JATIMTIMES - Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) Tragedi Kanjuruhan sudah mulai bekerja pasca diterbitkannya Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 19 Tahun 2022 tentang Pembentukan Tim Gabungan Independen Pencari Fakta Peristiwa Stadion Kanjuruhan, Malang.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) RI Mahfud MD yang juga selaku Ketua TGIPF menyampaikan, bahwa mulai Rabu (5/10/2022) hari ini sudah ada satu tim yang dipimpin oleh Mantan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen (Purn) Doni Monardo untuk melakukan pertemuan dengan sejumlah pihak dan besok Kamis (6/10/2022) segera disusul anggota tim yang lain.

Pihaknya menjelaskan, bahwa rencana kerja tim sudah selesai disusun. Saat ini tim yang sedang bekerja dipimpin Letjen Purn Doni Monardo akan bertugas di lapangan hingga Minggu (9/10/2022). Untuk lokasi tugas TGIPF terletak di tiga daerah, yakni Malang, Surabaya dan Jakarta. 

"Semua pihak terkait, mulai dari persiapan, pelaksanaan pertandingan, terjadinya kerusuhan, pasca kerusuhan, dan penanganan korban, akan ditemui oleh tim," ujar Mahfud MD dalam keterangan tertulis yang dikutip Rabu (5/10/2022).

Setelah pengumpulan bahan keterangan dan bukti-bukti telah terpenuhi, nantinya TGIPF Tragedi Kanjuruhan akan melakukan proses atau tahapan analisis dan penyusunan laporan.

"Dengan demikian, akan diketahui pada bagian apa, siapa melakukan apa, dan siapa yang bertanggungjawab atas terjadinya kerusuhan, serta bagaimana seharusnya hal itu ditangani berdasarkan aturan dan ketentuan sebuah pertandingan sepakbola," jelas Mahfud MD.

Sementara itu, selain mendapatkan informasi dan masukan dari pihak-pihak terkait di lapangan, pihaknya juga membuka akses informasi dari berbagai pihak. Baik bertemu langsung dengan para anggota TGIPF, maupun melalui telepon, mengirimkan surat elektronik atau e-mail, dan melalui akun media sosial TGIPF yakni twitter dan instagram.

Email:  [email protected]
Twitter:  tgipf_malang
Instagram:  @tgipf.malang
Telpon:  0821 3586 9256

Sekretariat TGIPF: Kantor Kemenko Polhukam, Jl. Medan Merdeka Barat No. 15, Jakarta Pusat

Sebagai informasi, TGIPF Tragedi Kanjuruhan terdiri dari 13 orang yang berasal dari berbagai latar belakang. Di antaranya, sebagai berikut:

1. Menkopolhukam RI Mahfud MD, sebagai ketua
2. Menpora RI Zainudin Amali sebagai wakil ketua
3. Nur Rochmad (mantan jaksa agung muda bidang tindak pidana umum (jampidum)/mantan deputi III Kemenko Polhukam) sebagai sekretaris
4. Rhenald Kasali (akademisi dari Universitas Indonesia) sebagai anggota
5. Sumaryanto (rektor Universitas Negeri Yogyakarta) sebagai anggota
6. Akmal Marhali (pengamat olahraga/koordinator Save Our Soccer) sebagai anggota
7. Anton Sanjoyo (jurnalis olahraga) sebagai anggota
8. Nugroho Setiawan (mantan pengurus PSSI dengan lisensi dari FIFA) sebagai anggota
9. Letjen TNI (Purn) Doni Monardo (mantan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana) sebagai anggota
10. Mayjen TNI (Purn) Suwarno, wakil ketua umum 1 KONI, sebagai anggota
11. Irjen Pol (Purn) Sri Handayani (mantan wakil kepala kepolisian daerah (wakapolda) Kalimantan Barat) sebagai anggota
12. Laode M. Syarif (Kemitraan/mantan pimpinan KPK) sebagai anggota
13. Kurniawan Dwi Yulianto (mantan pemain Tim Nasional Sepak Bola Indonesia/Asosiasi Pesepak Bola Profesional Indonesia (APPI), sebagai anggota

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru