Malangtimes

Wujud Empati, Dua Masjid di Perumahan Elit Kota Malang Gelar Salat Gaib

Oct 05, 2022 20:10
Salat gaib yang dilaksanakan di Masjid Cahyaningati (foto: istimewa)
Salat gaib yang dilaksanakan di Masjid Cahyaningati (foto: istimewa)

JATIMTIMES - Duka cita masih menyelimuti Malang Raya pasca tragedi Stadion Kanjuruhan 1 Oktober 2022. Banyak hal yang dilakukan oleh warga Bhumi Arema untuk mengusut peristiwa tersebut hingga mendoakan korban yang telah tiada.

Tragedi yang menelan sekitar 131 korban jiwa tersebut merupakan salah satu tragedi terbesar di dunia yang terjadi akibat pertandingan sepakbola. Sehingga menarik rasa empati dari berbagai kalangan baik di wilayah nasional hingga ke mancanegara. Beberapa media asing juga menjadikan tragedi tersebut sebagai berita utama di medianya.

Kesedihan juga dirasakan oleh warga salah satu perumahan elite di Kota Malang yaitu Permata Jingga. Sebagai bentuk rasa empati terhadap korban tragedi Kanjuruhan, warga perumahan tersebut diimbau untuk memasang bendera setengah tiang mulai tanggal 3–5 Oktober.

Ketua RW setempat Yoga Adhinata membenarkan bahwa pihaknya telah menyampaikan imbauan dari Wali Kota Malang yang disampaikan melalui Lurah Tunggulwulung untuk memasang bendera setengah tiang mulai 3–5 Oktober. Meski berstatus perumahan elit, namun warga Permata Jingga tetap menjalankan instruksi tersebut sebagai rasa empati sesama warga Bhumi Arema.

“Kami juga mengajak jamaah kedua masjid yang ada di dalam Perumahan Permata Jingga yaitu Masjid Abdullah dan Masjid Cahyaningati untuk menggelar salat gaib yang ditujukan bagi korban Tragedi Kanjuruhan,” ungkap Yoga kepada JatimTIMES.

Salat gaib yang digelar di Masjid Abdullah (foto: istimewa)

Sementara itu, Ketua Takmir Masjid Abdullah Arif Abdullah saat dikonfirmasi oleh awak media membenarkan, bahwa di Masjid Abdullah sudah menggelar salat gaib yang dilaksanakan ba’da zuhur siang tadi. Bahkan, salat gaib itu diikuti oleh puluhan jamaah.

“Sebagai sesama muslim sudah selayaknya kita turut serta mendoakan para korban apalagi yang terjadi adalah merupakan musibah yang tidak direncanakan,” tutur Arif.

Dihubungi di tempat terpisah, Pengurus Takmir Masjid Cahyaningati Rahmat Sani menuturkan bahwa pihaknya juga telah melaksanakan salat gaib yang dilaksanakan ba’da zuhur juga. Menurutnya, jamaah juga merasakan kesedihan yang sama seperti yang Aremania rasakan.

“Alhamdulillah jamaah yang turut serta dalam pelaksanaan salat gaib cukup banyak dan semua juga merasakan kesedihan yang sama, semoga ini menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak dan merupakan kejadian terakhir yang tidak terulang kembali,“ tutur Rahmat Sani.

Sebagai informasi, waktu salat gaib antara kedua masjid dilaksanakan secara bersamaan, sebagai wujud kekompakan kedua masjid yang ada di wilayah Perumahan Permata Jingga.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru