Malangtimes

Siapa Penutup Pintu Gate Saat Laga Arema FC Vs Persebaya? Ketua Panpel: Kunci Diserahkan ke Satpam

Oct 04, 2022 21:00
Gate 13 atau tempat banyaknya nyawa melayang karena berdesak-desakan hingga kehabisan nafas (foto: Hendra Saputra/JatimTIMES)
Gate 13 atau tempat banyaknya nyawa melayang karena berdesak-desakan hingga kehabisan nafas (foto: Hendra Saputra/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Dugaan masih ditutupnya pintu di sejumlah gate menjadi salah satu alasan banyak nyawa melayang di Stadion Kanjuruhan pada Sabtu (1/10/2022) lalu. Karena, ratusan orang tak kuasa menahan perihnya gas air mata dan tak bisa keluar dari Stadion Kanjuruhan. Pertanyaan yang banyak muncul ialah, siapa yang bertanggung jawab membuka dan menutup pintu pada sejumlah gate tersebut?

Komdis PSSI Erwin Tobing mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan investigasi untuk menemukan siapa yang bertanggung jawab membuka dan menutup pintu pada pertandingan Arema FC vs Persebaya pada 1 Oktober 2022 lalu.

Karena, sebelumnya Erwin telah menanyakan hal tersebut kepada panpel Arema FC Abdul Haris terkait penanggung jawab pintu gate. Namun Haris mengaku kuncinya dipasrahkan ke satpam.

Jika berkaca pada SOP pertandingan, pintu gate seharusnya telah dibuka 15 hingga 20 menit sebelum pertandingan usai. Hal itu untuk mengantisipasi adanya penonton yang keluar sebelum laga selesai.

Namun dari video yang beredar dan penuturan beberapa saksi mata, pintu gate itu tertutup sampai pertandingan berakhir. Sehingga hal itupun diduga jadi penyebab suporter berdesakan saat gas air mata menyeruak ke tribun sehingga menyebabkan ratusan orang meninggal.

“Kita tanya dengan saudara Haris (Ketua Panpel) pengelola gedung, pak kita disetiap event kita kasihkan ke panitia kuncinya,” kata Erwin menirukan jawaban Abdul Haris, Selasa (4/10/2022).

Diduga, penutupan pintu gate itulah yang membuat ratusan nyawa melayang sia-sia. Dalam pantauan Erwin, pintu gate 10, 11, 12 dan 13 atau tribun sisi selatan tertutup. Akhirnya, gas air mata membuat suporter berlarian untuk keluar Stadion Kanjuruhan, tapi tertahan karena pintu tertutup dan menyebabkan penumpukan orang di ruang yang sempit.

“Geraknya sedikit saling merebut masuk ke suatu tempat pintu keluar dan tidak terbuka pintu itu terjadi penumpukan ada asap,” beber Erwin.

Erwin pun mengaku, Haris sempat berkata bahwa semua pintu gate telah dibuka. Tapi kenyataan justru berkata lain. Karena kelalaiannya membuat ratusan nyawa melayang.

“Saya katakan jika panitia pelaksana sudah menganggap ini tugas rutin (ternyata) kewaspadaannya hilang. Harusnya sudah di cek pintu besar harus dibuka (saat kondisi seperti itu),” ungkap Erwin.

Sementara itu, Kadiv Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo menjelaskan bahwa penutupan pintu gate tidak diperintahkan oleh pihak kepolisian. Namun hingga kini tim investigasi dari Polri belum bisa menemukan dalang penutupan gate itu.

Tim investigasi yang terdiri dari Bareskrim Polri dan Polda Jatim melalui tim Labfor itu kini tengah memeriksa enam CCTV yang terletak di enam gate, yakni 3, 9, 10, 11, 12, dan 13. Pemeriksaan CCTV itu pun, kata Dedi, bisa jadi titik terang untuk siapa orang yang mengunci pintu hingga pertandingan usai tak kunjung dibuka.

“Dari analisa sementara di sini titik korban cukup banyak jadi perlu kehati-hatian dari labfor bisa jadi alat bukti sebelum menetapkan tersangka terhadap seseorang,” ujar Irjen Dedi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru