Malangtimes

Korban Luka Tragedi Kanjuruhan Bertambah Jadi 467, Mayoritas di Rawat di RSSA

Oct 04, 2022 19:22
Kondisi para korban sesaat setelah terjadi kericuhan di Stadion Kanjuruhan. (Foto : Dokumen Jatim TIMES)
Kondisi para korban sesaat setelah terjadi kericuhan di Stadion Kanjuruhan. (Foto : Dokumen Jatim TIMES)

JATIMTIMES - Jumlah korban tragedi Kanjuruhan kembali mengalami peningkatan. Hingga Selasa (4/10/2022), Kepala Divisi Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo menyebut jumlah korban yang mengalami luka-luka ada sekitar 465 orang. Sedangkan korban yang dinyatakan meninggal dunia, jumlahnya tidak mengalami peningkatan, yakni sebanyak 125 orang.

"Untuk jumlah korban meninggal dunia masih tetap yaitu 125 orang, (itu data) sampai dengan hari ini. Kemudian untuk jumlah korban luka ada 467 orang," terangnya saat sesi jumpa pers di depan ruangan Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Malang, Selasa (4/10/2022).

Dari jumlah tersebut, masih menurut Dedi, mayoritas mengalami luka ringan. Yakni dengan jumlah 406 orang. "Dengan perincian untuk luka ringan ada 406 orang, kemudian luka sedang ada 30 orang, dan luka berat ada 29 orang," jelas Dedi.

Dari jumlah tersebut, dijelaskan Dedi, ada 59 korban yang hingga Selasa (4/10/2022) masih menjalani perawatan medis di Rumah Sakit. "Dan korban yang saat ini di rawat di Rumah Sakit berjumlah 59 orang," terang Dedi.

Sementara itu, dari data yang dihimpun Tim Investigasi, jumlah korban yang saat ini masih menjalani penanganan medis, terbanyak masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSS) Kota Malang, yakni 30 orang.

"Dengan perincian di Rumah Sakit Saiful Anwar ada 30 orang, tujuh di ICU kemudian 12 ada di HCU. Kemudian 11 ada di ruangan, artinya rawat inap biasa," beber Dedi.

Sedangkan untuk puluhan pasien lainnya yang juga masih menjalani perawatan medis, lanjut Dedi, saat ini telah di rawat di berbagai rumah sakit yang ada di Malang Raya. "Hal ini perlu saya sampaikan juga biar tidak terjadi kesimpang-siuran tentang data, khususnya data tentang korban," imbuhnya.

Perlu diketahui, dijelaskan Dedi, data jumlah korban yang telah dia sampaikan tersebut masih dimungkinkan mengalami perubahan sewaktu-waktu. Oleh karena itu, pihaknya bakal berkoordinasi secara intensif dengan beberapa pihak terkait, termasuk dengan Kabid Dokkes.

"Saya sedang mengkonfirmasi kembali dari Kabid Dokkes. Kabid Dokes juga berkoordinasi dengan Kabid Dokkes Polda Jatim, juga berkoordinasi dengan office center yang ada di Malang," tukasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru