Malangtimes

Tragedi Kanjuruhan, Ketua Umum PBNU Tegaskan Harus Ada Pertanggungjawaban

Oct 04, 2022 18:32
Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)
Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

JATIMTIMES - Tragedi kemanusiaan di Stadion Kanjuruhan Kepanjen pada 1 Oktober 2022 lalu menjadi perhatian banyak pihak. Termasuk Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

PBNU  menegaskan harus ada pertanggungjawaban atas tragedi memilukan yang memakan ratusan korban jiwa itu. 

Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf menyampaikan, semua pihak harus melakukan tanggung jawab masing-masing untuk bagaimana hal ini bisa terselesaikan dan tidak terulang lagi. Atas musibah yang terjadi ini, menurut dia, terdapat sebuah kekeliruan. Sehingga, atas kekeliruan itu, tentunya harus terdapat pertanggungjawaban.

"Harus ada pertanggungjawaban," tegas Gus Yahya kala melakukan lawatan ke Malang untuk memantau Posko Crisis Center Nahdlatul Ulama, Selasa (4/10/2022).

PBNU mengapresiasi langkah pemerintah dalam membentuk tim pencari fakta, yang di dalamnya beranggotakan pihak-pihak terkait. Tim ini tentunya dibentuk untuk memperjelas hal-hal yang terkait dengan pertanggungjawaban dan memperjelas informasi yang simpang siur. 

Gus Yahya  percaya  tim pencari fakta yang dibentuk akan mampu dan kredibel untuk menjalankan tugasnya dengan baik. Untuk itu, pihaknya berharap, elaborasi yang dilakukan oleh tim pencari fakta dapat akurat sehingga nantinya paham bagaimana dan dari titik mana masalah muncul.

Selain itu, tentu  elaborasi yang dilakukan dapat membuahkan bagaimana solusi atau cara mengatasi problem yang terjadi di masa yang akan datang, termasuk juga siapa pihak-pihak yang harus bertanggungj jawab 

"Kami menunggu hasil dari tim pencari fakta yang dibentuk oleh pemerintah. Nanti kami  berpegang pada hasil kajian tim tersebut," kata Gus Yahya.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru