Malangtimes

Kota Malang Panen Prestasi: Pertahankan WTP 11 Kali Berturut-turut hingga Raih Predikat Pasar Berstandar Nasional

Oct 04, 2022 14:07
Wali Kota Malang Sutiaji (kiri) saat menerima penghargaan WTP 11 tahun berturut-turut dari Menkeu Sri Mulyani Indrawati (sumber: Diskominfo Kota Malang)
Wali Kota Malang Sutiaji (kiri) saat menerima penghargaan WTP 11 tahun berturut-turut dari Menkeu Sri Mulyani Indrawati (sumber: Diskominfo Kota Malang)

JATIMTIMES - Prestasi membanggakan tak henti-hentinya ditorehkan oleh Pemerintah Kota Malang. Paling anyar, Kota Pendidikan itu berhasil mempertahankan predikat atau opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) hingga 11 tahun berturut-turut. 

Berbarengan dengan penerimaan penghargaan itu, Kota Malang juga meraih predikat terbaik ketiga kategori kota di ajang Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD). 

Tak hanya itu, revitalisasi Pasar Kasin Kota Malang juga meraih predikat sebagai Pasar Rakyat yang memiliki SNI 8152-2021. 

Ketiga penghargaan itu diterima langsung oleh Wali Kota Malang, Drs. H. Sutiaji. Untuk penghargaan WTP diserahkan oleh Menkeu Sri Mulyani Indrawati, dalam Rakernas Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Tahun 2022 di Jakarta, Kamis (22/9/2022). 

imagecadce67cacd3dfc0.png

Sementara penghargaan PPD diserahkan oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia, Suharso Monoarfa di kantor Bappenas, Jakarta, Kamis (29/9/2022). 

Sedangkan predikat pasar berstandar nasional diserahkan oleh Menteri Perdagangan, Zulkifli Hasan dalam acara Penganugerahan Penghargaan Kementerian Perdagangan di Samarinda, Rabu (31/8/2022). 

Sutiaji mengungkapkan, keberhasilan menjaga kinerja akuntabilitas keuangan daerah tidak mungkin berhasil apabila hanya bermodal instruksional semata. Karenanya orang nomor satu di Pemkot Malang itu mengapresiasi peran seluruh pihak atas capaian ini. 

"Terima kasih kepada seluruh perangkat daerah yang telah mempunyai konsistensi dari perencanaan sampai pertanggungjawaban. Harapannya tidak rutinitas tapi jadi behaviour. Juga semua stakeholders yang mendukung. Ini semoga jadi pemicu dan pemacu (ke depan)," ujar Sutiaji. 

Menurutnya, penilaian laporan keuangan yang semakin detail dan meningkat standarnya penting menjadi perhatian. Tujuannya agar predikat WTP sebagai indikator tertinggi kualitas laporan keuangan bisa dipertahankan. Terlebih di tengah situasi ekonomi saat ini, akuntabilitas kinerja penting untuk menumbuhkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. 

Sementara terkait PPD, Sutiaji berharap penghargaan ini merupakan wujud motivasi bagi Pemkot Malang untuk terus memacu kinerja dalam rangka peningkatan pembangunan demi kesejahteraan masyarakat.

“Kinerja seluruh Perangkat Daerah dan ASN di lingkungan Pemkot Malang harus terus dipacu demi bangkitnya ekonomi dan pembangunan di Malang; terlebih menghadapi masa pasca pandemi Covid-19, kami akan terus berbenah dan mengejar pembangunan yang tertinggal selama pandemi,” jelasnya.

Pencapaian Penghargaan Pembangunan ini diraih Malang karena melakukan inovasi pembangunan Ekonomi Kreatif. Utamanya sebagai solusi mengurangi Tingkat Pengangguran Terbuka di Malang. Serta untuk mewujudkan kota produktif dan berdaya saing berbasis Ekonomi Kreatif, berkelanjutan dan keterpaduan.

imagebfc253476f80dc33.png

Seperti diketahui, inovasi Pembangunan Ekonomi Kreatif di Kota Malang dilakukan dengan bersinergi dan kolaborasi hexahelic. Mulai dari Pemerintah, Pengusaha/Pelaku Bisnis, Kominitas, Lembaga Keuangan dan/atau Masyarakat Dalam Rangka Menciptakan Kesejahteraan Rakyat di Wilayah Kota Malang.

Begitu juga dengan keberhasilan saat Pasar Kasin meraih standar nasional. Kolaborasi hexahelic menjadi kunci dalam raihan prestasi ini. 

Pasar Kasin dijelaskan Sutiaji, menjadi satu-satunya wakil dari Jawa Timur yang meraih penghargaan SNI bersama lima pasar lainnya se-Indonesia.  

Pasar Kasin menjadi pasar rakyat kedua di Kota Malang yang telah mencapai predikat SNI, setelah Pasar Oro-Oro Dowo. 

Hal ini tidak lepas dari revitalisasi fisik dan nonfisik pada periode 2019-2020 yang meningkatkan kenyamanan bagi 180 pedagangnya maupun pengunjung pasar seluas lebih kurang 3.407 m2 yang telah berdiri sejak 1932 tersebut. 

Pasar Kasin dengan 28 unit kios dan 269 unit los kini telah dilengkapi beragam fasilitas sesuai SNI. Seperti ruang kesehatan dan laktasi, ruang ukur tera, toilet, pos keamanan, CCTV, sarana IT, dan ruang ibadah.  Selain itu pasar juga menyediakan area merokok, sanitasi, area penghijauan, TPS sementara hingga zona loading. 

Dari sisi nonfisik, penguatan transaksi non tunai berbasis QRIS dan pembentukan UMKM Corner turut dihadirkan di Pasar Kasin. 

Sutiaji meminta keberhasilan Pasar Kasin direplikasi ke pasar-pasar rakyat lainnya agar percepatan pemulihan ekonomi berbasis kerakyatan dapat terwujud. "Saya mengajak semua pihak mempertahankan standar yang sudah diraih. Kita jaga dan hidupkan bersama pasar-pasar rakyat kita. Sembari tentu ditularkan ke pasar-pasar rakyat lain", pungkasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru