Malangtimes

Isak Tangis Punggawa Arema Saat Tabur Bunga, Javier Roca: Kami Minta Maaf

Oct 03, 2022 18:25
Puluhan pemain hingga pelatih dan manajer Arema FC saat melakukan tabur bunga di Tugu Singa Stadion Kanjuruhan sebagai wujud bela sungkawa atas kejadian di Stadion Kanjuruhan. (Foto : Ashaq Lupito / Jatim TIMES)
Puluhan pemain hingga pelatih dan manajer Arema FC saat melakukan tabur bunga di Tugu Singa Stadion Kanjuruhan sebagai wujud bela sungkawa atas kejadian di Stadion Kanjuruhan. (Foto : Ashaq Lupito / Jatim TIMES)

JATIMTIMES - Puluhan pemain Arema FC nampak begitu khidmat saat memanjatkan doa bersama dalam serangkaian agenda tabur bunga, sebagai wujud duka dan bela sungkawa atas insiden kericuhan di Stadion Kanjuruhan pada Sabtu (1/10/2022) lalu.

Dengan didampingi Pelatih Arema FC Javier Roca dan Manajer Tim Berjuluk Singo Edan yakni Ali Rifki, puluhan punggawa Arema FC nampak khusuk saat memanjatkan doa bersama di depan Tugu Singa yang ada di depan Stadion Kanjuruhan, Senin (3/10/2022).

Usai memanjatkan doa bersama dan bersalawat, puluhan pemain, pelatih, hingga manajer Arema FC juga menyempatkan diri untuk menaburkan bunga di bawah Tugu Singa.

Tidak lama kemudian, mereka terlihat berjalan beriringan menuju ke dalam Stadion Kanjuruhan, sebelum akhirnya kembali memanjatkan doa bersama.

Dari pangamatan Jatim Times, nyaris seluruh unsur yang terlibat baik dari pemain, pelatih, hingga manajer terlihat tak kuasa menahan kesedihan. Bahkan mayoritas dari mereka terlihat meneteskan air mata. Termasuk sang kapten Arema FC, Johan Alfarizi juga terlihat menangis sesenggukan.

Di akhir acara, pelatih Javier Roca selaku pelatih Arema FC mengucapkan rasa bela sungkawa yang sebesar-besarnya kepada Aremania. Terutama kepada mereka yang telah meninggal dunia maupun yang mengalami luka-luka dan yang hingga saat ini masih menjalani perawatan di Rumah Sakit.

"Pertama kita minta maaf kepada seluruh keluarga korban, baik itu yang meninggal atau yang sekarang masih sakit dan masih di Rumah Sakit," ucapnya dengan nada lirih seolah menyimpan rasa duka yang mendalam.

Di sisi lain, Javier juga berharap agar insiden serupa tidak terulang lagi di kancah sepak bola. Termasuk di Liga Indonesia maupun bidang olah raga lainnya.

"Semoga kejadian seperti ini tidak seharusnya terjadi. Kita bisa belajar, sudah cukup. Tak terasa ini sudah puncak, jadi semua kesalahan dari semua pihak termasuk kita juga untuk mulai (dari) titik nol," ujarnya.

Dia berharap, dengan adanya kejadian pada akhir pekan lalu, bisa menjadi pembelajaran berharga bagi kedepannya. Sehingga tidak ada lagi korban, terlebih lagi korban nyawa karena pertandingan sepak bola.

"Habis kejadian seperti ini, semoga tidak ada lagi kejadian atau nyawa yang hilang lagi di dalam stadion, jangan ada yang berhubungan dengan sepak bola atau olah raga yang lain," pungkasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru