Malangtimes

Penembakan Gas Air Mata Jadi Atensi Khusus Tim Investigasi Tragedi Kanjuruhan Bentukan Kapolri

Oct 03, 2022 17:31
Kepala Divisi Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo (depan mikrofon) saat jumpa pers di Halaman Loby Utama Polres Malang. (Foto : Ashaq Lupito / Jatim TIMES)
Kepala Divisi Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo (depan mikrofon) saat jumpa pers di Halaman Loby Utama Polres Malang. (Foto : Ashaq Lupito / Jatim TIMES)

JATIMTIMES -  Pertanyaan publik perihal penembakan gas air mata, hingga siapa yang bertanggungjawab akan keputusan ditembakkannya gas air mata ke beberapa titik di Stadion Kanjuruhan, menjadi salah satu poin utama yang akan didalami oleh Tim Investigasi.

Pernyataan itu ditegaskan langsung oleh Kepala Divisi Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo saat sesi jumpa pers di Halaman Loby Utama Polres Malang, Senin (3/10/2022).

"Itu merupakan bagian dari materi yang sedang didalami. Materi yang didalami tentunya dari sisi eskalasi yang terjadi di lapangan dengan Standard Operating Procedure (SOP) yang ada, tentunya akan didalami oleh tim," jelasnya.

Menurutnya, sedikitnya ada tiga eskalasi yang disiapkan ketika melakukan pengamanan dalam pertandingan sepak bola. Yakni mulai dari eskalasi normal hingga emergensi.

"Eskalasi normal bagaimana, kemudian ekskalasi yang sifatnya kontijensi bagaimana, kemudian eskalasi yang sifatnya emergensi bagaimana. Kapolri sudah mempersiapkan itu semuanya, kontijensi plan sudah disiapkan, emergensi plan sudah disiapkan. Nanti yang akan diaudit dan akan diperiksa oleh tim," paparnya.

Di sisi lain, dijelaskan Dedi, Divisi Propam juga akan dilibatkan guna mendalami adanya tembakan gas air mata di dalam stadion. "Hari ini dari Propam sedang memeriksa level manajerial pengamanan di lapangan, sedang didalami, lagi dimintai keterangan. Jadi tunggu dulu, biar tim bekerja dulu jangan terburu-buru dulu. Jadi asas kehati-hatian kemudian ketelitian juga menjadi standar dari tim ini," ujarnya.

Dedi menambahkan, adanya pendalaman terkait penembakan gas air mata tersebut, sekaligus untuk menjawab pertanyaan publik. Yakni perihal larangan dari FIFA akan adanya penembakan gas air mata saat pengamanan pertandingan sepak bola.

"Iya, semua SOP juga dari regulasi yang ada merupakan bagian dari pada materi yang diaudit oleh tim. Jadi sabar, nanti akan saya sampaikan setelah tim bekerja," imbuhnya.

Sejauh ini, lanjut Dedi, Tim Investigasi bentukan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo ini, telah mengumpulkan beberapa barang bukti dan keterangan saksi, guna mengungkap adanya penembakan gas air mata di area stadion tersebut.

"Biar tim bekerja dulu, hari ini progresnya masih proses pemeriksaan para saksi dan pendalaman serta menganalisa barang bukti yang saat ini sudah disita oleh Tim Investigasi," ujarnya.

Dedi berjanji, jika proses pendalaman dan investigasi sudah menemukan titik terang, hasilnya akan disampaikan secara gamblang kepada publik. "Nanti secara detil akan saya sampaikan setelah pemeriksaan selesai," tukasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru