Malangtimes

Tragedi Stadion Kanjuruhan, Wali Kota Sutiaji: Total Korban Warga Kota Malang 65 orang

Oct 03, 2022 16:41
Wali Kota Malang Sutiaji saat mendampingi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa usai bertakziah ke rumah duka Aremania di Jalan Bareng Raya Gang 2G, Kecamatan Klojen, Minggu (2/10/2022). (Foto: Tubagus Achmad/JatimTIMES)
Wali Kota Malang Sutiaji saat mendampingi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa usai bertakziah ke rumah duka Aremania di Jalan Bareng Raya Gang 2G, Kecamatan Klojen, Minggu (2/10/2022). (Foto: Tubagus Achmad/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Wali Kota Malang Sutiaji menyebut bahwa jumlah korban warga Kota Malang dalam tragedi di Stadion Kanjuruhan yang menyisakan perih dan luka mendalam bagi para keluarga korban berjumlah 65 orang. 

Hal itu disampaikan Sutiaji ketika mendampingi kunjungan kerja Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) RI Muhadjir Effendy dan Menteri Sosial RI di Kantor Kecamatan Lowokwaru dan Kecamatan Klojen dalam rangka penyaluran bantuan kemanusiaan kepada perwakilan keluarga korban. 

"Korban meninggal dunia ada 34, jumlah korban 65 orang, sudah teridentifikasi," ungkap Sutiaji kepada JatimTIMES.com ketika ditemui di Kantor Kecamatan Lowokwaru, Senin (3/10/2022).  

Orang nomor satu di lingkungan Pemkot Malang menjelaskan, pihaknya juga telah membuka skema pemberian bantuan sosial kepada pihak keluarga korban dalam tragedi di Stadion Kanjuruhan. 

"Kita sudah membuka skema, skema bantuan, skema trauma healing dan skema bantuan lainnya. Hari ini kita rapat TPKAD dengan kejaksaan dan kepolisian untuk menentukan pencairan BTT, bahwa ini kedaruratan," jelas Sutiaji. 

Lebih lanjut, pihaknya menerangkan terkait skema bantuan trauma healing juga dilakukan oleh para petugas dari elemen Pemkot Malang dan beberapa instansi lainnya yang sebelumnya telah menangani para keluarga terdampak pandemi Covid-19.  

"Kita tahu tadi ada yang tinggal satu dan dia tahu proses anggota keluarganya meninggal.  Ada traumatisnya sehingga itu kami lakukan," kata Sutiaji. 

Kemudian, juga terdapat satu orang anak yang kedua orang tuanya meninggal dunia dalam tragedi di Stadion Kanjuruhan. Di mana pada peristiwa tersebut, anak tersebut tahu secara langsung bagaimana kedua orang tuanya meninggal dunia. 

"Jadi dia masih terbayang-bayang ditanya diam saja. Ini perlu adanya pendampingan. Ada anak dan suaminya meninggal, istrinya menyaksikan itu yang menjadi perhatian kami," tandas Sutiaji. 

Sebagai informasi, dalam infografis instagram Pemkot Malang, terdapat update data jumlah warga Kota Malang yang menjadi korban atas tragedi di Stadion Kanjuruhan, pada Minggu (2/10/2022) pukul 17.00 WIB. Disebutkan bahwa terdapat 34 orang meninggal dunia, 13 orang belum ditemukan, lima orang sudah pulang dan 17 orang sedang menjalani perawatan di rumah sakit.

Dari total 34 orang meninggal dunia, terdiri dari wilayah Kecamatan Klojen tujuh orang, Lowokwaru tujuh orang, Kedungkandang 11 orang, Blimbing lima orang dan Sukun empat orang. Kemudian, 13 orang belum ditemukan terdiri dari wilayah Kecamatan Klojen dua orang, Lowokwaru satu orang, Kedungkandang delapan orang, Blimbing nihil dan Sukun dua orang. 

Selanjutnya lima orang sudah pulang terdiri dari wilayah Kecamatan Klojen tiga orang, Blimbing satu orang, Sukun satu orang, serta Lowokwaru dan Kedungkandang nihil. Lalu untuk 17 orang yang masih dalam perawatan di rumah sakit terdiri dari wilayah Kecamatan Klojen lima orang, Lowokwaru satu orang, Kedungkandang satu orang, Blimbing 10 orang dan Sukun nihil. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru