Malangtimes

Gus Mahasin: Potret Demokrasi Pemilihan Desa Narukan Bisa Jadi Pelajaran

Oct 03, 2022 13:54
Tangkapan layar video yang memperlihatkan Gus Faruq saat diarak oleh warga Narukan (sumber: istimewa)
Tangkapan layar video yang memperlihatkan Gus Faruq saat diarak oleh warga Narukan (sumber: istimewa)

JATIMTIMES - Viral video yang beredar di media sosial memperlihatkan arak-arakan kemenangan Muhammad Umar Faruq, adik sepupu Gus Baha dengan teriakan 'duit ora payu' yang artinya, uang tidak laku. 

Gus Faruq, sapaan akrab Muhammad Umar Faruq diketahui berhasil memenangkan pemilihan kepala desa di Desa Narukan, Kecamatan Kragan, Kabupaten Rembang, Provinsi Jawa Tengah, pada Minggu (2/10/2022). 

Putra semata wayang Habibah Shidiq itu berhasil mengalahkan lurah petahana dengan perolehan suara 709 dari total suara 1.039. Data itu disampaikan secara langsung oleh Nasirul Mahasin atau dikenal Gus Mahasin, Kakak Gus Baha. 

Dalam video viral itu terlihat Gus Faruq diarak disertai suara teriakan 'uang tidak laku'. Setelah dikonfirmasi, teriakan itu ingin digemborkan warga Narukan bahwa Gus Faruq tidak menyuap untuk mendapatkan suara. 

Justru dalam keterangan video yang viral itu, lawan Gus Faruq-lah yang memberikan uang kepada warga agar memilihnya. Ia diduga menawarkan uang Rp 700 ribu kepada tiap orang yang mau memilihnya. 

Namun nyatanya iming-iming uang tak digubris oleh warga Narukan. Kemenangan tetap diperoleh Gus Faruq. Karena warga Narukan menilai calon pemimpin dari suduh pandang kredibilitasnya bukan dari uangnya. 

"Yang harus digarisbawahi adalah uang itu penting, tapi bukan segalanya," tegas Gus Mahasin kepada JatimTimes saat dikonfirmasi, Senin (3/10/2022). 

Diceritakan Gus Mahasin, Desa Narukan adalah desa yang kecil. Dalam desa tersebut terdapat pondok tua leluhur keluarga besar KH. M. Shiddiq, kakek Gus Baha. 

Saat masa jabatan lurah Narukan selesai, Gus Faruq diminta masyarakat untuk menjadi lurah. Mengingat, sebelumnya Gus Faruq memang merupakan perangkat desa, akademisi juga penghafal Al-Qur'an. 

Karena diminta oleh warga Narukan, pihak keluarga besar KH.M Shiddiq pun berembug. Hingga akhirnya memutuskan merestui dan mendukung Gus Faruq untuk mengabdikan diri kepada masyarakat. 

"Harapan keluarga tentu semoga Gus Faruq bisa mengemban amanah untuk mensejahterakan masyarakat Desa Narukan," harapnya.

Gus Mahasin juga menjelaskan suasana pemilihan sangat damai. Mungkin karena adat di desa itu sudah kental dengan pesantren. 

"Dari pemilihan lurah di Narukan ini, kami keluarga ingin masyarakat bisa mengambil nilai pelajaran demokrasi yang damai, rasional dan terukur. Mari kita jaga kerukunan dan ketentraman serta semangat kembali untuk membangun desa Narukan," tandasnya. 

Sebagai tambahan informasi, Gus Faruq merupakan putra dari saudari terakhir dari ibu Gus Baha, Hj Yukhanit Shiddiq, yang bernama Habibah Shiddiq. 

KH. M Shiddiq memiliki empat putra, yakni KH Humaidi Shiddiq, Hj Yukhanit Shiddiq, Muhaidah Shiddiq serta Habibah Shiddiq. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru