Malangtimes

Pasca Kejadian Tragedi Kanjuruhan, Begini Harapan Aremania

Oct 03, 2022 07:58
Aremania melakukan doa bersama pasca tragedi Kanjuruhan, Minggu (2/10/2022) malam di Stadion Gajayana (TikTok @updatemalang)
Aremania melakukan doa bersama pasca tragedi Kanjuruhan, Minggu (2/10/2022) malam di Stadion Gajayana (TikTok @updatemalang)

JATIMTIMES - Beredar video viral di TikTok pernyataan sikap Aremania, suporter Arema FC pasca tragedi Kanjuruhan.

Pada Minggu (2/10/2022) malam ratusan aremania berkumpul di dua stadion, yakni Stadion Kanjuruhan dan Stadion Gajayana. Mereka berkumpul untuk menyatukan harapan dan keinginannya usai terjadinya tragedi Kanjuruhan. 

Dalam video yang diunggah @mafia_pentol, terlihat ratusan Aremania berkumpul di depan Stadion Kanjuruhan. Salah satu dari mereka berdiri dan menyampaikan aspirasi dari Aremania. 

Pria yang memakai jaket hitam itu mendesak agar pihak kepolisian segera mengusut dan menginvestigasi tragedi Kanjuruhan. 

"Ayo dilakukan mulai sekarang, rek! rivalitas sehat harus dilakukan mulai sekarang! Ayo bersatu, ayo makin kreatif pemuda Malang. Sampai 7 hari jika tidak ada satupun yang ditetapkan oleh kepolisian," kutipan potongan video itu. 

Hal serupa juga terjadi di Stadion Gajayana, mereka menyatukan pikiran agar tidak terpengaruh dengan perspektif (framing) lain atas kejadian ini. 

"Tragedi ini banyak menewaskan korban jiwa. Penyebabnya apa? ya, gas air mata (karena) dilarang. Sudah ada regulasinya," jelas perwakilan Aremania dalam video akun TikTok @torizal. 

"(Gas air mata) itu ditembakkan ke tribun. Dimana suporter (tribun) tidak turun dan tidak melakukan kerusuhan ke lapangan," tandas pria yang mengenakan jaket biru itu. 

Ia juga menegaskan kembali bahwa jangan sampai Aremania terjebak dengan perspektif lain alasan tragedi ini terjadi. 

"Jadi jangan terjebak ke framing yang beredar di sosial media. Entah itu framing salahnya suporter, Aremania dan lainnya," tegasnya.

"Intinya luruskan ke tuntutan kita bahwa tragedi ini menelan korban jiwa. Penyebabnya adalah tembakan gas air mata," ungkapnya. 

"Tersangkanya siapa? Ya, siapa yang mengomando (memerintahkan) pihak keamanan untuk menembakkan gas air mata itu," ungkapnya. 

"Karena kita saat ini fokus mencari pelaku pembunuhan. Jangan terjebak dengan framing yang membuat emosi dan merusak fokus kita," pinta pria dalam video tersebut. 

Diketahui, telah rerjadi kerusuhan usai Arema FC kalah melawan Persebaya pada Sabtu malam (1/10/2022). Bukan hanya dampak kerusakan, peristiwa itu juga menghilangkan puluhan nyawa. 

Hingga saat ini, jumlah korban meninggal dalam kericuhan itu 125 orang. Sementara 21 orang mengalami luka berat dan 302 orang luka ringan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru