Malangtimes

Tragedi di Stadion Kanjuruhan, Wali Kota Sutiaji: 34 Warga Kota Malang Meninggal Dunia

Oct 02, 2022 21:26
Wali Kota Malang Sutiaji bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa usai bertakziah ke rumah duka Aremania di wilayah Jalan Bareng Raya Gang 2G, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Minggu (2/10/2022). (Foto: Tubagus Achmad/JatimTIMES)
Wali Kota Malang Sutiaji bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa usai bertakziah ke rumah duka Aremania di wilayah Jalan Bareng Raya Gang 2G, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Minggu (2/10/2022). (Foto: Tubagus Achmad/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Wali Kota Malang Sutiaji mengatakan sebanyak 34 warga Kota Malang dinyatakan meninggal dunia pasca tragedi yang terjadi di Stadion Kanjuruhan dalam laga derby Jawa Timur (Jatim) Arema FC vs Persebaya.

Hal itu disampaikan Sutiaji usai bertakziah ke rumah duka para Aremania di kawasan Jalan Bareng Raya Gang 2G, Kecamatan Klojen, Kota Malang. Pihaknya menuturkan, bahwa data itu saat ini sifatnya masih sementara dan akan terus diperbaharui.

"Update terus sampai saat ini untuk (warga) Kota Malang jumlahnya 34 yang meninggal, dari total 55 korban. Ada yang hilang dan seterusnya, alhamdulillah sudah kembali. Ada yang di RSSA yang tidak teridentifikasi tapi Alhamdulillah sudah," ungkap Sutiaji kepada JatimTIMES.com, Minggu (2/10/2022).

Orang nomor satu di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang ini menuturkan, bahwa pihaknya beserta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terus memperbaharui data dan melakukan identifikasi secara detail terhadap para korban yang meninggal dunia.

"Ada juga sedikit untuk amal teman-teman yang sudah meninggal dunia, kami berikan Rp 10 juta dari Provinsi Rp 10 juta, dari Bank Jatim ada Rp 5 juta," tutur Sutiaji.

Takziah.

Selain itu, pihak Pemkot Malang juga berupaya memberikan trauma healing kepada pihak keluarga korban yang merasa sangat kehilangan sanak saudaranya. Pasalnya masih banyak anak dari korban maupun anggota keluarga lainnya masih dalam kondisi shock.

Lebih lanjut, Sutiaji juga mengajak agar semua pihak tidak hanya fokus untuk menyalahkan siapa, tetapi saat ini pihaknya mengajak untuk seluruh elemen masyarakat saling membantu pihak keluarga yang ditinggalkan.

Menurutnya, peristiwa tragedi di Stadion Kanjuruhan yang menewaskan ratusan orang itu pun merupakan kehendak Tuhan Yang Maha Esa.

"Kita tidak bisa menyalahkan siapa pun kalau itu kehendak dari Tuhan. Tetap kami proses, akan melakukan yang seharusnya kita lakukan. Apa yang diminta sama Pak Presiden melalui pers rilis sudah disampaikan bahwa kita minta ditunda dan kita harus mentaati itu semua," tandas Sutiaji.

Pihaknya juga telah menghubungi dan berkoordinasi dengan perwakilan manajemen Arema FC agar bersama-sama melakukan evaluasi secara mendalam pasca tragedi di Stadion Kanjuruhan.

Sementara itu, seperti yang telah diberitakan sebelumnya, untuk merespons cepat dalam penanganan tragedi di Stadion Kanjuruhan ini, Pemkot Malang telah membuka Posko Layanan Informasi "Kanjuruhan" bertempat di halaman Balai Kota Malang.

Hingga petang tadi, silih berganti masyarakat mengadukan keluarganya yang hilang atau belum ditemukan dalam peristiwa tragedi di Stadion Kanjuruhan.

Lebih lanjut, Sutiaji juga tampak melakukan takziah dengan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa ke beberapa rumah duka. Salah satunya di kawasan Jalan Bareng Raya Gang 2G tepatnya di rumah pasutri Aremania yang meninggal dunia dan meninggalkan seorang anak yang masih berusia belia. Ketika bertakziah, Sutiaji pun berkesempatan untuk memimpin berkirim doa untuk pasutri tersebut.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru