Malangtimes

Gubernur Jatim Kunjungi Aremania yang Dirawat di RSSA Malang, Penyebab Kematian Dibeberkan

Oct 02, 2022 15:44
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat mengunjungi pasien di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSSA Malang, Minggu (2/10/2022). (Foto: Tubagus Achmad/JatimTIMES)
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat mengunjungi pasien di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSSA Malang, Minggu (2/10/2022). (Foto: Tubagus Achmad/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa meninjau para supporter Aremania yang tengah kritis di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Umum Daerah dr Saiful Anwar (RSSA) Malang. 

Dalam kunjungannya tersebut, Khofifah didampingi Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Nurchahyanto, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama RSSA Malang dr Kohar Hari Santoso, Wali Kota Malang Sutiaji dan Bupati Malang HM Sanusi. 

Dari laporan pihak RSSA Malang yang diterima JatimTIMES.com, sebanyak 12 orang yang dirawat di IGD RSSA Malang. Sebanyak delapan orang mengalami luka berat dan empat orang mengalami luka ringan. 

Khofifah Indar Parawansa mengatakan, bahwa pihaknya akan memaksimalkan kemampuan yang dimiliki untuk penanganan korban atas tragedi di Stadion Kanjuruhan pasca laga derby Jatim antara Arema FC vs Persebaya. 

"Penanganan korban akan kita maksimalkan, koordinasi dengan Forkopimda Provinsi, sudah mengkoordinasikan. Tadi Wali Kota juga melakukan hal yang sama," ungkap Khofifah kepada JatimTIMES.com, Minggu (2/10/2022). 

Pihaknya pun mengapresiasi kerja cepat dari seluruh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Malang Raya yang secara cepat melakukan koordinasi untuk penanganan korban. 

"Tadi pagi masing-masing rumah sakit melakukan koordinasi zoom meeting untuk mencari solusi pada tingkatan yang membutuhkan tindakan tertentu," kata Khofifah. 

Orang nomor satu di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim ini mengatakan, bahwa tindakan yang relatif mengalami luka berat dan jenazah yang belum dapat teridentifikasi dirujuknya ke RSSA Malang.

Dilaporkan, sebanyak 17 jenazah di Instalasi Kedokteran Forensik (IKF) RSSA Malang belum dapat teridentifikasi. Seiring berjalannya waktu proses identifikasi sudah selesai, namun perlu adanya pencocokan dengan pihak keluarga masing-masing. 

"Setelah selesai, proses pengiriman jenazah memang sedapat mungkin kita maksimalkan di sini. Misalnya proses pemandian jenazah, lalu dibawa ke daerah asal. Kita berharap pada saat pulang dari RSSA mereka sudah dimandikan disalatkan," jelas Khofifah. 

Lebih lanjut, dalam penanganan korban di Rumah Sakit atas tragedi di Stadion Kanjuruhan akan diserahkan kepada masing-masing pemerintah daerah (pemda). Untuk warga yang ditangani di RSSA Malang akan menjadi tanggungan Pemprov Jatim. 

"Kalau di Pemkab dan wilayah kabupaten maka ada dalam tanggungan pemkab, begitu juga kota. Kami kalau pak bupati, walikota menyampaikan santunan kematian, pemprov juga akan melakukan yang sama," tutur Khofifah. 

Selanjutnya, dari data yang diterima, per pukul 09.30 WIB sebanyak 129 orang dilaporkan meninggal dunia atas tragedi di Stadion Kanjuruhan. "Sinkronisasi data akan terus kita lakukan, yang sudah tersinkronkan sampai dengan tadi pukul 09.30 WIB itu 129 tercatat meninggal dunia tapi kita masih menyinkronkan," tandas Khofifah. 

Sementara itu, Plt Direktur Utama RSSA Malang dr Kohar Hari Santoso menjelaskan penyebab terjadinya kematian dalam tragedi di Stadion Kanjuruhan mayoritas disebabkan karena berdesakan dan mengalami luka di bagian kepala. 

"Rata-rata karena berdesakan sehingga ada trauma di kepala, sama dada, terinjak dan segala macam. Itu karena berdesak-desakan, sehingga jatuh dan terinjak," pungkas Kohar. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru