Malangtimes

Presiden Joko Widodo Tegaskan Harus Ada yang Bertanggung Jawab Atas Tragedi Stadion Kanjuruhan

Oct 02, 2022 15:25
Menko PMK Muhadjir Effendy meninjau bangkai kendaraan yang terbakar dalam Tragedi Stadion Kanjuruhan, Sabtu (1/10/2022) malam.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).
Menko PMK Muhadjir Effendy meninjau bangkai kendaraan yang terbakar dalam Tragedi Stadion Kanjuruhan, Sabtu (1/10/2022) malam.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).

JATIMTIMES - Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa harus ada pihak yang bertanggung jawab terkait Tragedi Stadion Kanjuruhan pada Sabtu (1/10/2022) malam. Apalagi pada peristiwa tersebut, sampai saat ini tercatat ada sebanyak 130 orang yang meninggal dunia. 

Hal itu disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Republik Indonesia (RI) Muhadjir Effendy saat meninjau proses olah tempat kejadian perkara (TKP), Minggu (2/10/2022) siang. 

"Pak Presiden juga sudah memerintahkan agar aparat penegak hukum melakukan investigasi secepat mungkin. Dan harus ada yang bertanggung jawab," ujar Muhadjir kepada wartawan. 

Muhadjir mengatakan, terjadinya peristiwa tersebut sangat disesalkan. Sebab dirinya menilai, bahwa di satu sisi, bergulirnya Liga 1 tersebut merupakan bentuk kelonggaran yang mulai dilakukan setelah selama dua tahun harus tertahan pandemi Covid-19. 

"Di saat kita mulai memberi kelonggaran, event-event pertandingan sepak bola, seiring dengan berakhirnya covid, dan menuju ke arah suasana endemi, kok (malah) diwarnai kejadian memilukan ini," terang Muhadjir. 

Untuk itu, pihaknya juga menegaskan agar aparat penegak hukum bisa segera melakukan investigasi secepat mungkin. Agar tragedi tersebut dapat segera dipertanggungjawabkan oleh pihak-pihak yang bersangkutan. 

"Kalau sekarang masih belum (diketahui siapa yang bertanggung jawab). Karena kan masih identifikasi," imbuh Muhadjir. 

Sementara itu, sampai saat ini, dirinya juga belum dapat memastikan alasan penembakan gas air mata. Sebab menurutnya, hal itu menjadi kemenangan aparat penegak hukum. 

"Soal gas air mata, bukan wewenang saya untuk menyampaikan hal itu. Targetnya, semakin cepat semakin baik. Laporan terakhir yang meninggal 130," pungkas Muhadjir. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru