Malangtimes

Dinsos-P3AP2KB Kota Malang Terjunkan 650 Tenaga Pendamping Penanganan Stunting

Oct 02, 2022 10:24
Kepala Dinsos-P3AP2KB Kota Malang Penny Indriani saat ditemui di sela-sela kegiatan pemantauan penyaluran BLT pengalihan subsidi BBM di Kantor Pos Kota Malang, Sabtu (8/9/2022). (Foto: Tubagus Achmad/JatimTIMES)
Kepala Dinsos-P3AP2KB Kota Malang Penny Indriani saat ditemui di sela-sela kegiatan pemantauan penyaluran BLT pengalihan subsidi BBM di Kantor Pos Kota Malang, Sabtu (8/9/2022). (Foto: Tubagus Achmad/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak  Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos-P3AP2KB) Kota Malang telah melakukan perekrutan 650 tenaga pendamping penanganan stunting.

Hak itu disampaikan Kepala Dinsos-P3AP2KB Kota Malang Penny Indriani ketika ditemui di Balai Kota Malang. Penny menyebut, perekrutan terhadap 650 tenaga pendamping penanganan stunting tersebut untuk membantu instansi terkait dalam menekan angka stunting di Kota Malang.

Penny menegaskan bahwa tugas pokok dan fungsi (tupoksi) Dinsos-P3AP2KB Kota Malang dalam menangani stunting yakni selaku tenaga pendamping penanganan stunting.

Sebelum adanya tambahan 650 tenaga pendamping ini, Dinsos-P3AP2KB Kota Malang menggerakkan petugas lapangan keluarga berencana (PLKB) untuk mendampingi penanganan stunting di Kota Malang.

"Pendampingnya kita tambah 650 orang kader untuk pendampingan kusus penanganan stunting. Mulai dari pranikah dikawal kan gizinya, sampai menikah, sampai hamil, sampai melahirkan, sampai baduta atau bayi dua tahun. Ya itu dilakukan pengawalan," jelas Penny.

Lebih lanjut, untuk 650 orang tenaga pendamping penanganan stunting tersebut hanya bekerja pada tahun 2022 ini. Pasalnya, pengadaan 650 orang tenaga pendamping menggunakan dana alokasi khusus (DAK) dari pemerintah pusat tahun anggaran (TA) 2022.

"Hanya tahun ini, karena anggarannya kan per tahun. Kemungkinan diperpanjang lagi tahun depan. Semoga (upaya ini) optimal (menangani stunting)," tandas Penny.

Sementara itu, berdasarkan bulan timbang yang digelar di 16 puskesmas di Kota Malang pada Juli 2022 lalu, angka stunting Kota Malang sebesar 9,55 persen dari target pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Malang tahun 2018-2023 sebesar 14 persen.

Setidaknya, dari tahun ke tahun pada masa kepemimpinan Wali Kota Malang Sutiaji bersama Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko, angka stunting di Kota Malang semakin terus turun.

Terlebih lagi pada saat ini, masa kepemimpinan Wali Kota Malang Sutiaji masih kurang satu tahun lagi. Hal itu dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk menjalankan program-program yang terdapat pada RPMJD Kota Malang tahun 2018-2023, khususnya terkait penanganan stunting.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru