Malangtimes

ISNU Jatim Berikan 100 Pelaku UMKM Sertifikat Halal

Oct 01, 2022 19:23
Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa saat memberikan sertifikat pada pelaku UMKM (Ist)
Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa saat memberikan sertifikat pada pelaku UMKM (Ist)

JATIMTIMES - Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Jawa Timur memberikan 100 pelaku Usaha Kecil Mikro dan Menengah (UMKM) Sertifikat Halal secara gratis. 100 sertifikat ini diserahkan langsung oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa kepada pelaku UMKM dalam pameran Festival Produk Halal di Universitas Islam Malang, Sabtu (1/10/2022).

Ketua PW ISNU Jawa Timur Prof Mas'ud Said menjelaskan, ini menjadi peran ISNU dalam memperkuat dan mendukung kebangkitan UMKM. Menurutnya, hal ini juga menjadi bagian dari upaya dalam menghadapi badai. Badai yang dimaksud adalah badai ekonomi, badai energi, badai keuangan maupun pangan. 

3

Untuk itulah, ditegaskan Mas'ud, penguatan UMKM menjadi penting, di mana salah satunya memberikan pemahaman tentang sertifikasi halal. UMKM menurutnya juga merupakan ketahanan yang jauh lebih besar daripada sebuah industri besar lainnya.

1

"Saya kira nanti Indonesia akan ada badai, badai ekonomi, badai energi, badai keuangan maupun pangan. Untuk itulah UMKM harus diperkuat. Jika kuat UMKM nya, maka Indonesia akan survive," tegasnya.

ISNU sendiri telah melatih 3.000 lebih Pendamping Produk Halal (PPH) yang itu telah tersebar di berbagai daerah di Jawa Timur. "Setiap kecamatan ada pendamping dari ISNU," jelasnya.

1

Salah satu pelaku UMKM yang telah mendapatkan sertifikat halal adalah Hary Yudi Susetyo. Pihaknya menyampaikan, dengan sertifikat halal ini semakin memantapkan kualitas dari produk. Selain itu, tingkat kepercayaan masyarakat terhadap sebuah produk tentunya akan kian meningkat. Kepercayaan masyarakat akan proses produksi yang terjamin halal, tentunya akan mendorong meningkatnya omzet pelaku UMKM. 

Terbukti, sebelum mendapatkan sertifikat halal, namun masih pada proses verifikasi, order yang diterima mengalami kenaikan. Bahkan, dari yang awalnya Rp 500 ribu per hari, menjadi Rp 1 juta sampai Rp 1,5 juta perhari.

"Daya saing kita meningkat, bukan hanya nasional namun juga internasional," jelas pelaku UMKM yang bergerak di bidang perkopian ini.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru