Malangtimes

Peringati Hari Kesaktian Pancasila, Wali Kota Sutiaji sebut Sila dalam Pancasila Saling Berkaitan

Oct 01, 2022 18:35
Wali Kota Malang Sutiaji saat memimpin gelaran upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Balaikota Malang, Sabtu (1/10/2022). (Foto: Dok. JatimTIMES)
Wali Kota Malang Sutiaji saat memimpin gelaran upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Balaikota Malang, Sabtu (1/10/2022). (Foto: Dok. JatimTIMES)

JATIMTIMES - Dalam momentum peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang diperingati setiap tanggal 1 Oktober, Wali Kota Malang Sutiaji menjelaskan kembali keterkaitan antara sila pertama hingga sila kelima di dalam Pancasila. 

Hal itu disampaikan Sutiaji usai menjadi inspektur upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang dilaksanakan di halaman Balaikota Malang, Sabtu (1/10/2022). 

Orang nomor satu di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang ini menuturkan, bahwa lima sila dalam Pancasila sangat luar biasa. Hal itu dikarenakan, antara sila pertama berurutan sampai sila kelima atau sebaliknya saling berkaitan dan memiliki makna yang menyambung antar satu sama lain. 

"Dari sila pertama mengembrio sila kedua. Sila kedua akan menggagas bisa dilaksanakan kalau benar-benar dihayati, maka muncul sila ketiga Persatuan Indonesia. Untuk menata persatuan dan kesatuan maka di tengah kebhinekaan itu memakai demokrasi. Tujuannya gol Indonesia itu adalah keadilan," ungkap Sutiaji kepada JatimTIMES.com, Sabtu (1/10/2022). 

Tidak hanya berkaitan secara berurutan dari sila pertama hingga sila kelima, jika dibalik pun memiliki keterkaitan dan makna yang sama. Mulai dari sila kelima Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia, ini akan menyambung ke sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa. 

"Keadilan sosial nggak mungkin bisa terlaksana kalau penataannya tidak demokrasi. Demokrasi tidak mungkin berjalan kalau tidak bersatu. Bersatu nggak mungkin kalau nilai-nilai kemanusiaan nggak diangkat. Orang yang mampu mengangkat nilai kemanusiaan insya Allah orang yang mendalami keagamaan," terang Sutiaji. 

Foto bersama.

Menurutnya, Pancasila ini sangat luar biasa. Meskipun buatan manusia, namun dapat mencakup seluruh aspek kehidupan berbangsa dan bernegara. Hal itu pula yang ditekankan oleh Sutiaji bahwa perumusan Pancasila bukan hal yang mudah. 

"Kita lihat dari sila satu sampai sila kelima, itu dibolak-balik dari atas ke bawah, bawah ke atas ini mempunyai hirarki, mempunyai keterikatan yang luar biasa. Itu artinya bahwa landasan hidup berbangsa bernegara itu ya harus Pancasila," tegas Sutiaji. 

Lebih lanjut, Sutiaji menuturkan bahwa tujuan utama atau gol Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah keadilan. "Jadi golnya negara itu ada karena ada keadilan di semua penjuru kalangan dan seterusnya. Itulah hebatnya. Jadi di bolak-balik itu maknanya satu keadilan sosial," tutur Sutiaji. 

Menurutnya, manusia merupakan makhluk sosial yang hidupnya harus bersosial dengan orang lain. Selain itu, semua yang dilakukan oleh manusia, pasti dilihat oleh Tuhan Yang Maha Esa. Maka, orang yang menerapkan Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara tidak pernah membedakan antar golongan maupun kelompok manapun. 

Sementara itu, terkait munculnya gerakan-gerakan radikalisme dan upaya-upaya kelompok yang hendak merongrong Pancasila hingga mengganti dasar negara karena kepentingan satu kelompok semata, hal itu menurut Sutiaji disebabkan oleh belum terlaksananya dengan baik sila kelima yakni Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia. 

"Karena golnya tadi keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Banyak yang merasa belum mendapatkan keadilan, maka muncul isme-isme. Karena yang namanya ideologi itu nggak pernah berhenti," pungkas Sutiaji. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru