Malangtimes

Dirasa Ada Rekayasa dan Kejangggalan, JEP Tetap Ajukan Banding

Sep 30, 2022 20:39
Ketua Kuasa HukuM JEP Hotma Sitompul. (Foto: Tubagus Achmad/ MalangTIMES)
Ketua Kuasa HukuM JEP Hotma Sitompul. (Foto: Tubagus Achmad/ MalangTIMES)

JATIMTIMES - Julianto Eka Putra (JEP) pendiri sekolah Selamat Pagi Indonesia (SPI) telah dijatuhi hukuman 12 tahun penjara, lantaran kasusnya dugaan kekerasan seksual. Tak berhenti di situ kuasa hukum JEP bakal melakukan upaya banding.

Upaya banding itu dilakukan untuk membuktikan jika JEP tidak bersalah dalam perkaranya. Menurut Ketua Tim Kuasa Hukum JEP, Hotma Sitompul, dugaan kekerasan seksual yang menimpa kliennya tersebut adalah sebuah rekayasa.

Rekayasa itu dibuat agar pengelolaan yayasan tersebut bisa diambil alih. “Sebenarnya dalam perkara ini ada kejanggalan-kejanggalan. Di balik itu tentunya ada pihak-pihak yang punya kepentinganya,” ujar Hotma.

Hotma merinci kejanggalan yang terjadi di antaranya, pelaporan yang memiliki jarak selama 12 tahun. Bukti-bukti yang disampaikan kepada penegak hukum dinilainya hanya berdasarkan cerita atau tuduhan dari orang lain.

Karena itu bukti-bukti saat banding bakal dibeberkan kepada hakim nantinya. Kuasa hukum juga menegaskan jika JEP sebelum ada putusan peradilan tingkat akhir di Mahkamah Agung.

“Tim kuasa hukum memutuskan menempuh banding atas putusan PN Malang. Bukti-bukti dan kejanggalan akan dibeberkan di tingkat banding,” tambah Hotma.

Sedang, Majelis Hakim PN Malang menjatuhkan vonis 12 tahun penjara. Selain itu, denda Rp 300 juta subsidair 3 bulan kurungan serta membayar restitusi kepada saksi korban senilai Rp 44.744.623.

Dalam amar putusan yang dibacakan pada 7 September 2022 lalu, majelis hakim menyatakan, JEP bersalah melakukan tindak pidana dengan sengaja melakukan tipu muslihat atau membujuk anak-anak untuk melakukan persetubuhan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru