Malangtimes

Dorong Digitalisasi UMKM dan PKL, Pemda Malang Raya Dukung Program Kota Masa Depan

Sep 29, 2022 22:07
Head of East Java, Grab Indonesia, Sandy Dharma Titotanusaputra (kedua dari kiri) bersama Coordinator Acquisition Support Grab Indonesia, Haidar (tengah) mendemonstrasikan proses penggunaan fitur Pesan Sekaligus dan Ambil Sendiri kepada Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko (tengah kanan) saat melakukan tinjauan ke area Alun-Alun Batu.
Head of East Java, Grab Indonesia, Sandy Dharma Titotanusaputra (kedua dari kiri) bersama Coordinator Acquisition Support Grab Indonesia, Haidar (tengah) mendemonstrasikan proses penggunaan fitur Pesan Sekaligus dan Ambil Sendiri kepada Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko (tengah kanan) saat melakukan tinjauan ke area Alun-Alun Batu.

JATIMTIMES - Grab, Emtek, dan Bukalapak kompak berkalaborasi dalam program percepatan digitalisasi #KotaMasaDepan (Kolaborasi Nyata Untuk Masa Depan). Kini program mereka telah merambah di kawasan Malang Raya.

Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko menyambut positif sinergi dengan Grab, Emtek dan Bukalapak ini. Kota Batu yang merupakan kota kecil memiliki potensi pariwisata dan industri kreatif yang besar.

Hal ini sejalan dengan program Pemkot Batu dalam mendigitalisasi pelaku UMKM serta memperluas akses pasar dan meningkatkan daya saing di masa pemulihan pandemi Covid-19.

“Kami menyambut baik hadirnya program akselerator Kota Masa Depan di Malang Raya yang dapat mempercepat terwujudnya UMKM lokal berdaya saing sekaligus menggali potensi para pelaku UMKM lebih dalam, sehingga mampu berkembang dan dikenal hingga ke kancah internasional,” ucap Dewanti.

Sementara itu Director of East Indonesia, Grab Indonesia, Halim Wijaya menambahkan, Program #KotaMasaDepan merupakan komitmen konkret Grab bersama Emtek dan Bukalapak untuk terus mendorong lebih banyak lagi para pelaku UMKM terdigitalisasi agar dapat merasakan manfaat kehadiran dari ekonomi digital.

“Semoga program ini bisa menjadi wadah bagi UMKM di Kota Batu dan Malang Raya untuk naik kelas dan bersaing sehat sehingga roda perekonomian daerah terus berjalan dengan terciptanya lapangan pekerjaan baru,” terang Halim.

Selain memberikan dukungan bagi sarana dan prasarana di Alun-Alun Batu, Grab Indonesia turut menguji coba fitur “Pesan Sekaligus” dan “Ambil Sendiri” untuk para UMKM yang berjualan di area sekitar. Dengan memanfaatkan fitur ini, pengguna dapat membeli produk maupun makanan dan minuman di area alun-alun hanya dengan satu kali pemesanan.

Sementara fitur “Ambil Sendiri” memungkinkan pengguna untuk memesan melalui aplikasi dan mengambil barang maupun makanan dan minuman langsung ke lokasi untuk kemudian dinikmati di tempat maupun dibawa pulang.

Tak hanya di Kota Batu, program Kota Masa Depan juga berjalan di Kota Malang di mana seratus UMKM lokal yang merupakan binaan dari Pemerintah Kota dan Kabupaten Malang juga turut diberikan pelatihan. Mengambil ‘Scaling Up Small Business: Menembus Pasar dan Digitalisasi’. Dalam pelatihan ini memberikan pembekalan terkait pemasaran digital untuk meningkatkan skala usaha UMKM.

“Penggunaan teknologi digital Kota Malang menempati peringkat ke-20 secara Nasional, sehingga ini merupakan langkah yang tepat untuk mengembangkan Teknologi Digital Marketing di Kota Malang. Pelatihan UMKM yang diselenggarakan oleh Grab dan Bukalapak ini sangat strategis untuk meningkatkan penjualan dan masyarakat semakin mudah melakukan transaksi,” ujar Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko.

Tak hanya memberikan akses digitalisasi dan pelatihan, program Kota Masa Depan juga memberikan tambahan manfaat bagi para peserta akselerator dengan memberikan media promosi berupa banner khusus di halaman utama aplikasi GrabFood di area Malang Raya. Tentunya agar produk-produk UMKM yang tergabung dalam program Kota Masa Depan ini lebih dikenal oleh masyarakat.

Managing Director PT Elang Mahkota Teknologi, Tbk, Sutanto Hartono menambahkan, melihat respon positif dan antusiasme masyarakat terhadap program yang Emtek jalankan berkolaborasi dengan Grab dan Bukalapak, membangkitkan optimisme kami bahwa program Kota Masa Depan dapat menjadi katalis menuju pertumbuhan perekonomian Indonesia berbasis digital yang semakin inklusif.

Melalui ekosistem digital Emtek itu berkomitmen penuh untuk mendorong pertumbuhan sektor UMKM. “Dan berharap semakin banyak lagi masyarakat khususnya pelaku UMKM agar mengambil kesempatan untuk berkolaborasi dan bertumbuh bersama,” harap Sutanto.

Selain itu Presiden Bukalapak Teddy Oetomo menjelaskan, Bukalapak terus fokus dalam mendukung pemerataan digitalisasi usaha kecil dan menengah di Indonesia. Saat ini, tercatat sekitar 70 persen transaksi yang terjadi di Bukalapak berasal dari kota tier 2.

Ini menjadi bukti bahwa potensi dari para pelaku usaha di kota-kota kecil telah berhasil difasilitasi dan dioptimalkan oleh Bukalapak melalui platform kami yang inovatif serta berbagai program pelatihan rutin kami.  

“Semoga melalui kelanjutan kolaborasi Kota Masa Depan bersama dengan Grab dan Emtek ini, kami dapat memperluas dampak kami terhadap para UMKM di daerah kecil, sehingga sejalan dengan visi kami yaitu mewujudkan ekonomi yang adil bagi semua,” jelas Teddy.

Program Kota Masa Depan juga memberikan pelatihan online gratis yang dimulai sejak awal September berupa webinar dan akses e-learning bagi seluruh peserta UMKM.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru