Malangtimes

Dinas PU SDA Kabupaten Malang Berupaya Minimalisir Alih Fungsi Lahan untuk Ramah Investasi

Sep 29, 2022 15:44
Ilustrasi lahan produktif di Kabupaten Malang.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).
Ilustrasi lahan produktif di Kabupaten Malang.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).

JATIMTIMES - Investasi merupakan hal yang saat ini tengah dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang. Di mana dengan mengundang banyak investor untuk mau berinvestasi, diharapkan bisa turut mengungkit perekenomian masyarakat Kabupaten Malang. 

Dengan hal tersebut, Pemkab Malang juga harus melakukan beberapa penyesuaian. Salah satunya dengan merevisi rencana tata ruang wilayah (RTRW). Tujuannya, agar investasi yang masuk bisa tetap berprinsip ramah lingkungan, ramah masyarakat dan ramah investasi atau 3R. 

Menurut Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA) Khaerul Isnaidi Kusuma, salah satu yang harus diperhatikan adalah terkait keberlangsungan lahan produktif sebagai ketahanan penguatan pangan di Kabupaten Malang. Apalagi, Kabupaten Malang menjadi salah satu wilayah di Jawa Timur yang dikenal sebagai lumbung pangan. 

Berdasarkan catatannya, lahan baku sawah di Kabupaten Malang kurang lebih mencapai 47.000 hektare (ha). Dari total tersebut kurang lebih sebanyak 35.000 ha berada di kewenangan Kabupaten Malang. 3.700 ha kewenangan Pemerintah Pusat dan 8.700 ha kewenangan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur. 

"Rencana LP2B (lahan pertanian pangan berkelanjutan) seluas 45.888 hektare," ujar pria yang akrab disapa Oong ini. 

Menyikapi rencana Pemkab Malang untuk mengundang banyak investasi tersebut, pihak berusaha sebisa mungkin berupaya agar tidak ada alih fungsi lahan. Meskipun sebenarnya, hal tersebut tidak dapat dielakkan. 

Namun menurutnya, setidaknya alih fungsi lahan dapat diarahkan ke area atau lahan yang lebih strategis dan tepat guna. Misalnya, dengan memanfaatkan lahan yang cenderung kering atau kurang produktif. 

"Bukan menahan investasi, namun sebisa mungkin agar alih fungsi lahan bisa dilakukan lebih strategis. Baik untuk lokasi investasi, ataupun lahan pengganti yang wajib dipenuhi investor," terang Oong. 

Dengan rencana itu, menurutnya akan banyak manfaat yang bisa didapat. Dan bisa menjawab rencana Pemkab Malang untuk mendatangkan investasi dengan tetap berprinsip pada 3R. 

"Manfaat yang pertama, jika sebuah investasi diletakkan di lahan kering, otomatis tidak akan mengganggu lahan produktif yang sudah ada," terangnya. 

Menurutnya, kemungkinan malah akan menambah lahan produktif. Sebab, investor yang bersangkutan berkewajiban untuk menyediakan lahan pengganti di titik lain. Termasuk menyediakan kelengkapan seperti saluran irigasi di lahan pengganti. 

"Ini berarti hubungannya dengan pihak ketiga. Dibangunkan oleh investor, aset kita (Pemkab Malang) untuk DI (daerah irigasi) bisa bertambah," jelas Oong. 

Selain itu, dengan hal tersebut masyarakat juga dinilai akan lebih makmur. Sebab, masyarakat pemilik lahan yang dijadikan pengganti, lahannya menjadi produktif karena dicetak menjadi sawah. Dengan aliran irigasi yang juga sudah disediakan.

"Pada intinya kami bukan menahan investasi, tapi agar lebih strategis saja. Volume (luasan lahan) tetap sama, namun agar alih fungsinya bisa lebih strategis. Itu kan juga dengan memperhatikan asas kemanfaatannya, alih fungsi lahan menjadi opsi terakhir. Dan yang terpenting, Kabupaten Malang ramah investasi, namun harus berjalan sesuai dengan regulasi," pungkas Oong. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru