Malangtimes

Terkait Penangguhan Eksekusi Tanah Bengkok Pagak, Begini Penjelasan Kuasa Hukum Pemohon

Sep 28, 2022 11:16
Sebidang tanah bengkok di Dusun Bandarangin, Desa Sumberejo, Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang yang hendak di eksekusi oleh Pengadilan. (Foto : Dokumen Jatim TIMES)
Sebidang tanah bengkok di Dusun Bandarangin, Desa Sumberejo, Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang yang hendak di eksekusi oleh Pengadilan. (Foto : Dokumen Jatim TIMES)

JATIMTIMES - Kuasa Hukum pemohon eksekusi, Bambang Suherwono buka suara terkait penangguhan eksekusi tanah bengkok yang ada di Dusun Bandarangin, Desa Sumberejo, Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang.

Dalam pernyataannya, Bambang menyebut jika eksekusi tanah yang kini menjadi objek sengketa tersebut, bakal ditunda hingga Kamis (29/9/2022). 

"Enggak, enggak jadi (dieksekusi). Kalau tidak salah ditunda hari Kamis 29 September (2022)," jelasnya saat dikonfirmasi JatimTIMES.

Menurutnya, penangguhan sementara tanah bengkok seluas 14,145 hektare tersebut disebabkan karena ada beberapa pihak yang berhalangan hadir pada Selasa (27/9/2022).

"Ditunda, bukan berarti gagal (dieksekusi), tapi hanya ditunda saja," imbuh pengacara asal Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang tersebut.

Kepada Jatim Times, Bambang menyebut jika ketetapan eksekusi tanah bengkok tersebut sudah menjadi keputusan dari Pengadilan. 

"Penundaannya saja, penundaan untuk eksekusi aja. Tapi kalau putusannya sudah lama," jelasnya.

Bambang menambahkan, keputusan pengadilan yang memenangkan pihak penggugat itu, sudah diputuskan oleh pengadilan pada tahun 2018. Menyusul adanya putusan itu, Bambang akhirnya mengajukan permohonan eksekusi.

"Iya, 2018 sudah diputus. Sebenarnya semenjak putusan itu kami terus mengajukan eksekusi. Tapi realisasi eksekusinya masih lama, karena terus-terusan ditunda," ucapnya.

Penundaan eksekusi itu, dijelaskan Bambang, merupakan hal yang wajar. Sebab, dalam tanda kutip, lamanya proses eksekusi meski sudah menjadi keputusan dikarenakan menunggu antrean.

"Itukan istilahnya ngantre kalau di PN (Pengadilan Negeri), kan banyak memang yang ditangguhkan. Banyak memang yang seperti ini. Istilahnya nunggu urutannya saja, itu aja masalahnya. Jadi hanya antre, itu saja," tukasnya.

Sebagaimana yang telah diberitakan, kabar akan adanya penundaan eksekusi tanah bengkok tersebut sebelumnya juga sudah disampaikan oleh Kepala Desa (Kades) Sumberkerto, Hosen.

Kepada JatimTIMES, Hosen menyebut jika ketetapan eksekusi yang sejatinya bakal dilakukan Selasa (27/9/2022) akhirnya ditangguhkan sementara. Kabar itu diakui Hosen dia peroleh dari Camat Pagak yang mengaku mendapat kabar dari Bupati Malang.

Sekedar informasi, sebidang tanah seluas 14,145 hektare yang terletak di Dusun Bandarangin, Desa Sumberejo, Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang tersebut telah masuk dalam tanah objek sengketa. Ketetapan itu terlampir pada surat ber-kop Pengadilan Negeri Kepanjen Kelas IB nomor W14 - U35 / 4782 / HK.02 / 9 / 2022.

Dalam surat digital yang diperoleh media online berjejaring nasional ini, menjelaskan jika eksekusi pengosongan tanah objek sengketa sudah berdasarkan pada penetapan Ketua Pengadilan Negeri Kepanjen Kelas IB. Yakni tertanggal 16 Februari 2021 No. 13 / Eks / 2018 / PN.Kpn. Jo No. 8 / Pdt.G / 2018 / PN.Kpn.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru