Malangtimes

Viral, Video Pria di Tulungagung Hajar Orang yang Lecehkan Istrinya

Sep 28, 2022 10:35
Salah satu potongan gambar dari video viral berdurasi 30 detik / Foto : Istimewa / Tulungagung Times
Salah satu potongan gambar dari video viral berdurasi 30 detik / Foto : Istimewa / Tulungagung Times

JATIMTIMES - Diduga akibat masalah asmara, pria di Tulungagung dianiaya dan viral di di media sosial. Kejadian ini di Dusun Wonorejo, Kecamatan Sumbergempol, Kabupaten Tulungagung, Senin (26/9/2022) pukul 06.30 WIB.

Kapolsek Sumbergempol, Iptu Guruh Yudhi Setiawan melalui Kanit Reskrim Aiptu Mukadi mengatakan, dugaan tindak pidana kekerasan terhadap orang ini terjadi antara JD (37) warga Desa Wonorejo, Kecamatan Sumbergempol dan TAP (38) warga Sobontoro, Kecamatan Boyolangu. Keduanya disebut pengusaha ikan yang sebelumnya saling mengenal antara satu dan lainnya.

"Dugaan penganiayaan dengan cara memukul dengan tangan kosong di bagian kepala, serta menendang bagian tubuh korban sehingga bagian dahi korban mengeluarkan darah," kata Iptu Mukadi, Rabu (28/9/2022).

Lanjut Aiptu Mukadi, pemukulan yang dilakukan TAP ke JD ini hingga 10 kali di kepala dan menendang di bagian tubuh sebanyak 4 kali.

"Pelaku melakukan penganiayaan karena tidak terima terhadap perlakuan korban yang pernah melecehkan istrinya," ungkapnya.

Pelecehan yang terjadi pada istri TAP yang berinitial TR ini terjadi sekitar setahun yang lalu. Namun, pelaku baru mengetahuinya. Tidak disebutkan, pelecehan apa yang dilakukan TAP ke JD.

"Setelah mengetahui bahwa korban pernah melakukan pelecehan kepada istrinya, pelaku langsung pergi ke rumah korban," imbuhnya.

Saat itu, TAP bersama temannya berinisial SN datang ke rumah JD dengan berboncengan menggunakan sepeda motor.

"Sesampainya di rumah korban, pelaku langsung bertanya  kepada tentang pelecehan yang dilakukan terhadap istri pelaku, kemudian korban mengakui perbuatannya," jelasnya.

Tak kuasa menahan emosi, TAP langsung memukul JD dengan tangan kosong di bagian kepala sampai mengeluarkan darah di bagian dahi dan dada terasa sakit.

"Dengan adanya ini, korban melaporkan. Namun kemudian pelapor telah mencabut laporannya sesuai surat permohonan tanggal 27 September 2022 dan membuat surat pernyataan damai kedua belah pihak," ujarnya.

Atas dasar pencabutan itu, polisi menghentikan proses penyidikan atas perkara viral ini.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru