Malangtimes

Nelayan Sendang Biru Minta Distribusi Pertalite Bisa Mendekat ke Pesisir

Sep 28, 2022 08:25
Kapal sekoci nelayan yang bersandar di dermaga Pantai Sendang Biru.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).
Kapal sekoci nelayan yang bersandar di dermaga Pantai Sendang Biru.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).

JATIMTIMES - Naiknya harga bahan bakar minyak (BBM) ternyata bukan menjadi satu-satunya masalah yang dihadapi nelayan di Sendang Biru, Desa Tambakrejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang. 

Sebab untuk mendapatkan BBM jenis Pertalite yang dikonsumsi mesin kapal, nelayan ternyata juga harus bersusah payah. 

Minimnya distribusi Pertalite hingga ke daerah pesisir menjadi salah satu kendala. Padahal, nelayan di Sendang Biru lebih banyak yang menggunakan kapal kecil atau sekoci dengan mesin ber BBM Pertalite. 

"Kalau yang menggunakan solar itu kapal slerek, atau kapal yang besar. Yang berlayarnya 10 hari sampai 20 hari di tengah laut," ujar Kepala Desa Tambakrejo, Yonatan Saptus.

Menurut Yonatan, nelayan yang ingin mendapatkan Pertalite, harus mencari sendiri ke SPBU terdekat yang berada di Sumbermanjing Wetan. Dengan jarak kurang lebih 29 kilometer dan dapat ditempuh sekitar 46 menit dari sekitar Pantai Sendang Biru. 

Sesampainya di SPBU itu, ternyata tidak begitu saja nelayan bisa mendapatkan BBM Pertalite. Sebab, ada sejumlah aturan yang tidak memperbolehkan petugas SPBU mengisi bahan bakar ke dalam wadah jeriken. 

"Kita (nelayan) bawa jeriken ke SPBU terdekat di Sumbermanjing Wetan. Sampai di sana ternyata tidak boleh ngisi ke jeriken. Kami bingung, sudah (lebih) mahal carinya susah. Kalau pakai Pertamax (jalannya kapal) belum jauh BBM sudah habis," terang Yonatan. 

Berbeda dengan BBM jenis solar, pendistribusiannya juga telah difasilitasi oleh kantor unit desa (KUD) setempat. Sehingga, nelayan tidak perlu jauh-jauh untuk mendapatkan BBM Solar. 

"Nah Pertalite ini yang belum. Artinya jika distribusi Pertalite bisa difasilitasi hingga ke nelayan akan sangat disyukuri. Sebab nelayan tidak perlu beli sendiri menggunakan jeriken," jelas Yonatan. 

Untuk itu, dirinya berharap ada upaya yang dilakukan, baik dari penyedia BBM atau melalui pemerintah agar nelayan di Malang Selatan bisa lebih mudah mendapatkan Pertalite. Atau setidaknya distribusi bisa dilakukan hingga lebih mendekat ke arah pesisir.

Sementara itu, data dari Dinas Perikanan Kabupaten Malang menyebut, setidaknya ada sekitar 600 nelayan yang beraktivitas di Malang Selatan. Sekitar 50 persennya, merupakan nelayan andon atau yang datang dari luar daerah. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru