Malangtimes

Imbas Harga BBM Naik, Pendapatan Nelayan Sendang Biru Turun hingga 50%

Sep 27, 2022 20:42
Dermaga di Perairan Sendang Biru. (Foto: Riski Wijaya/ MalangTIMES).
Dermaga di Perairan Sendang Biru. (Foto: Riski Wijaya/ MalangTIMES).

JATIMTIMES - Penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) ternyata juga dikeluhkan oleh nelayan di Pantai Sendang Biru, Desa Tambakrejo Kecamatan Sumbermanjing Kabupaten Malang. Bahkan sebagian nelayan ada yang terpaksa beralih menjadi nelayan tradisional menggunakan kapal kecil atau sekoci tak bermesin. 

Pasalnya, nelayan yang biasa menggunakan sekoci kecil harus lebih banyak mengeluarkan biaya untuk bahan bakar pertalite yang dibutuhkan. Apalagi ternyata, jika hasil tangkapannya tidak sebanding dengan modal yang diperlukan dalam satu kali perjalanan melaut. 

"Terutama nelayan dengan kapal kecil itu, karena kebanyakan mesinnya pakai pertalite. Jadi sekarang banyak yang beralih menjadi nelayan tradisional," ujar Kepala Desa Tambakrejo, Yonatan Saptus, Selasa (27/9/2022) siang. 

Menurut Yonatan, dalam satu kali perjalanan pulang pergi saat melaut, setidaknya satu kapal sekoci membutuhkan 50 liter BBM jenis pertalite. Itu artinya, dengan harga pertalite sebesar Rp 10.000 per liternya, setidaknya nelayan membutuhkan Rp 500.000 untuk satu kali perjalanan melaut. 

Kondisi tersebut ternyata juga berdampak pada hasil tangkapan nelayan. Sebab, dengan harga yang baru, kemampuan nelayan untuk membeli pertalite juga berkurang. Sehingga, proses mencari ikan kurang maksimal. 

"Jadi kan tidak bisa sampai ke tengah laut. Sekarang ini jarang ada ikan yang muncul di pinggir laut. Harus ke tengah," terang dia. 

Ia menilai, kenaikan BBM yang saat ini terjadi cukup membuat nelayan menjerit. Sebab, dari pantauannya, akibat hal itu pendapatan nelayan menjadi turun, hingga sekitar 50 persen. Padahal, di sisi lain, menurutnya hasil tangkapan ikan di wilayahnya terbilang yang paling banyak. 

"Biaya tambah tinggi. Hasilnya menurun bisa sampai 50 persen. Terasa sekali dengan kenaikan BBM ini. Di Desa Tambakrejo ini paling banyak tangkapannya," pungkas Yonatan. 

Sementara itu terkait kebutuhan BBM bagi nelayan, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meminta kepada kelompok nelayan yang ada, agar menginventarisir kebutuhan BBM nelayan. Harapannya agar bisa difasilitasi untuk pendistribusiannya. 

"Saya minta koordinator nelayan, apa yang diusulkan disesuaikan kebutuhan. Tolong kalau memang belum sesuai, agar disesuaikan kebutuhan," ujar Khofifah saat memberikan sambutan dalam Tasyakuran Nelayan dan Petik Laut, Selasa (26/9/2022) siang. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru