Malangtimes

Tahun 2024 Targetkan Zero Stunting, Peran Ibu Diminta Ubah Pola Hidup dan Makan

Sep 27, 2022 18:31
Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Batu menggelar seminar pencegahan stunting di Gedung Bina Bhakti Praja, Selasa (27/9/2022). (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)
Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Batu menggelar seminar pencegahan stunting di Gedung Bina Bhakti Praja, Selasa (27/9/2022). (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

JATIMTIMES - Pemkot Batu menargetkan tahun 2024 kasus stunting di angka zero. Karena itu pada tahun 2022 ini Pemkot Batu menargetkan bisa turun mencapai 10 persen.

“Konsen kita adalah penurunan angka stunting. Kita targetkan tahun ini bisa berada di angka 10 %, ke depannya target kita mengarah pada zero stunting di tahun 2024,” ucap Kepala Dinas Kesehatan Kota Batu, drg. Kartika Trisulandari.

Stunting adalah kasus gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis atau biasa. Kasus ini masih terus menjadi perhatian serius.

Sebab masalah stunting penting untuk diselesaikan, karena berpotensi mengganggu potensi sumber daya manusia dan berhubungan dengan tingkat kesehatan, bahkan kematian anak. Dari data Dinkes Batu tahun 2019 angka prevalensi stunting turun dari tahun ke tahun.

Pada 2019, angka prevalensi sebesar 25.4 persen, pada 2020 menjadi 14.83 persen dan pada 2021 menjadi 13.8 persen. Sementara pada tahun 2022 ini dari 9.766 bayi di Kota Batu, 1.451 bayi mengalami stunting.

Sebagai upaya untuk meningkatkan peran ibu dalam menurunkan angka stunting di Kota Batu, Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Batu menggelar seminar pencegahan stunting di Gedung Bina Bhakti Praja, Selasa (27/9/2022).

Kartika menambahkan, salah satu hal penting dalam pencegahan stunting adalah asupan gizi yang cukup pada remaja putri dan ibu hamil. Gizi yang baik adalah pondasi penting bagi seorang anak untuk dapat tumbuh dan berkembang secara optimal.

Selain itu Dewanti menambahkan, selain asupan nutrisi yang baik, kasih sayang yang diberikan orang tua juga memiliki peran yang besar untuk pertumbuhan anak. Supaya lebih optimal lagi dengan memberikan kasih sayang.

“Berikan asupan dan nutrisi yang baik pada masa kehamilanz Selain itu olahrga juga menentukan. Tiga rangkaian ini secara stimulan harus diberikan kepada anak,” kata Wali Kota.

Selain pola makan dan pola asuh, salah satu hal yang berperan penting dalam pencegahan stunting adalah sanitasi dan akses air bersih. Kualitas sanitasi dan air bersih yang tidak baik, bisa mendekatkan anak pada risiko ancaman penyakit infeksi. Untuk itu, perlu membiasakan cuci tangan pakai sabun dan air mengalir, serta tidak buang air besar sembarangan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru