Malangtimes

Kronologi Napi Kasus Pembunuhan Gantung Diri, Kalapas Lowokwaru Malang: Tidak Ada Riwayat Masalah dengan Napi Lain

Sep 27, 2022 17:05
Kalapas Lowokwaru Kelas I Malang, Heri Azhari (foto: Hendra Saputra/JatimTIMES)
Kalapas Lowokwaru Kelas I Malang, Heri Azhari (foto: Hendra Saputra/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Lapas Lowokwaru Kelas I Malang atas kasus pembunuhan bernama Agus Widodo (48) nekat gantung diri. Dia gantung diri dengan menggunakan tali tampar plastik usai bekerja bercocok tanam di lahan pertanian LP Lowokwaru. Kepala Lapas (Kalapas) Lowokwaru Kelas I Malang, Heri Azhari membeberkan kronologi ditemukannya WBP tersebut gantung diri. Karena menurutnya sebelumnya korban tidak ada masalah dengan WBP lain.

“Jadi saat ditemukan, korban ini sudah gantung diri dengan menggunakan tali tampar. Tali tersebut disambung-sambung dan diikat ke tangga pos,” kata Heri, Selasa (27/9/2022). Dijelaskan Heri, Agus Widodo merupakan warga Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang yang ditahan di Lapas Lowokwaru Kelas I Malang atas kasus pembunuhan kepada istrinya sendiri pada tahun 2020 silam. Karena kasus tersebut, Agus Widodo dijerat dengan Pasal 340 KUHP. Di dalam Lapas Lowokwaru, Agus bekerja di lahan pertanian milik LP Lowokwaru Malang. Dia bekerja bersama 15 WBP lainnya.

 “Jadi di pertanian itu ada 16 WBP yang bekerja, dan ada satu petugas yang mengawasi pekerjaan itu,” kata Heri. 

“Tempat (bekerja di lahan pertanian) di sana diawasi oleh petugas, tetapi dia (Agus) mencari tempat kosong yang selalu terkunci karena alat-alat di sana, pas 9.30 WIB dicek di sana (korban) sudah di atas, kaget kawannya,” imbuh Heri.

 Heri menuturkan bahwa pengawasan telah dilakukan oleh petugas Lapas Lowokwaru kepada WBP, baik yang bekerja ataupun tidak. Namun, korban mencari celah untuk melakukan bunuh diri. “Pengawasan sudah dilakukan, itu 16 yang bekerja, ada satu petugas yang mengawasi, tetapi celah itu karena orang mau bunuh diri cari tempat yang tidak dilihat banyak orang, enggak mungkin ramai-ramai,” ungkap Heri. 

Bahkan, Heri mengaku tidak ada masalah antara Agus Widodo dengan WBP yang lain. Hal itu bahkan telah dikonfirmasi kepada beberapa WBP. “Keseharian normal tidak ada hal-hal yang mencurigakan, dilakukan pemeriksaan juga ke teman-temannya sesama WBP, tidak ada keluhan, karena pengaruh (untuk bunuh diri) itu bisa kapan saja terjadi,” ungkap Heri. 

Heri pun menjelaskan bahwa yang pertama kali menemukan Agus dalam kondisi tergantung adalah teman bekerja di pertanian pada lahan milik Lapas Lowokwaru Malang. Dan ia menjelaskan bahwa CCTV pun tidak menangkap lokasi yang digunakan untuk gantung diri tersebut. “Teman pekerja yang 16 orang tadi ketika mau selesai bekerja mau naruh alat-alat, begitu mau taruh melihat almarhum dalam posisi menggantung. CCTV ada di sudut-sudut tapi memandangnya tidak ke posisi itu, dan posisi petugas dengan almarhum agak jauh karena mobile terus,” beber Heri. 

Sementara itu, Dokter Lapas Lowokwaru Kelas I Malang, dr Adib Solahudin mengatakan bahwa catatan medis Agus Widodo selama menjadi WBP tidak mengalami masalah yang serius. Hanya, Adib mengaku Agus mengalami sakit yang biasa. “Selama ini catatan medis almarhum dalam kondisi baik-baik baik saja, setiap WBP memiliki kartu periksa kesehatan masing-masing. Saat ditemukan, jenazah dalam kondisi mayat belum kaku, masih lemas, artinya kematian belum satu jam. Berdasarkan pemeriksaan kami, itu murni bunuh diri,” imbuh Adib. 

Sebagai informasi, korban merupakan warga Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang yang ditahan di Lapas Lowokwaru Kelas I Malang atas kasus pembunuhan kepada istrinya sendiri pada tahun 2020 silam. Karena kasus tersebut, Agus Widodo dijerat dengan Pasal 340 KUHP dengan jeratan 10 tahun penjara. Agus baru menjalani 2,5 tahun sebelum akhirnya ditemukan tewas gantung diri.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru