Malangtimes

Banyak Hutan Gundul, Bupati Sanusi Minta Ada Moratorium Penebangan Pohon

Sep 26, 2022 12:29
Bupati Malang HM. Sanusi bersama anggota Mapala Tursina UIN Maulana Malik Ibrahim usai penanaman pohon dalam rangka Hari Gunung Internasional.(Foto: Istimewa).
Bupati Malang HM. Sanusi bersama anggota Mapala Tursina UIN Maulana Malik Ibrahim usai penanaman pohon dalam rangka Hari Gunung Internasional.(Foto: Istimewa).

JATIMTIMES - Bupati Malang HM. Sanusi meminta ada moratorium penebangan hutan yang terbilang dilakukan secara masif. Terutama di hutan yang berada di wilayah Kabupaten Malang. 

"Ini kan keharusan kita, generasi yang sekarang, agar bisa menyelamatkan hutan. Kalau tidak kita, generasi selanjutnya yang repot," ujar Sanusi saat menghadiri penanaman pohon dalam rangka peringatan Hari Gunung yang digelar  Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Tursina Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim. 

Dirinya berharap agar sebagian orang yang berpikir mencari uang di hutan dengan menebang pohon agar bisa menghentikan aktivitas itu. Apalagi jika aktivitas penanaman pohon itu tidak dibarengi dengan kegiatan penanaman pohon.  "Lha ini yang menanam pohon malah kita," ujar Sanusi. 

Apalagi, berdasarkan informasi yang ia himpun, Perhutani berencana untuk melakukan penebangan pohon di lahan seluas hingga 10 hektare di Kabupaten Malang. Rencana itu ia sebut akan dilakukan setiap setahun sekali. 

"Iya, laporannya di Perhutani itu, ada rencana penebangan setiap tahun 10 hektare," imbuh Sanusi.

Untuk itu dalam hal ini, dirinya meminta agar mahasiswa bisa membuat gerakan dan meminta kepada presiden untuk memoratorium penebangan hutan. Terkhusus, hal itu juga ia sampaikan kepada mahasiswa yang tergabung di organisasi mapala. 

"Makanya kita minta mahasiswa untuk (turut) bergerak karena masa depan (hutan) ini punya mahasiswa. Kalau hutannya gundul, yang sengsara mahasiswa dan generasi selanjutnya karena oksigen bakal habis," kata Sanusi. 

Dia berharap agar aktivitas penebangan pohon yang dilakukan secara liar bisa dihentikan. Sebab, dirinya menilai, dampaknya sudah mulai terlihat. Salah satunya terjadinya banjir bandang di Kota Batu beberapa waktu lalu dan secara tidak langsung juga berdampak ke Kabupaten Malang. 

"Kalau bisa itu dihentikan. Tidak usah ada penebangan, karena dampaknya sudah jelas. Hutan gundul itu, banjir di mana-mana. Batu yang tidak pernah banjir, tahun kemarin banjir. Kekurangan air di mana-mana," jelas Sanusi. 

Dirinya berkeyakinan bahwa aktivitas penebangan pohon secara besar-besaran tidak dilakukan oleh masyarakat secara langsung. Sebab, ia menyebut, jika masyarakat yang melakukannya, akan langsung berhadapan dengan hukum. 

"Pasti bukan masyarakat, mana bisa masyarakat nebang. Yang ada bakal dipenjara. Tapi kalau yg nebang puluhan hektare atas nama itu, ya jalan. Makanya saya meminta mahasiswa untuk kelestarian lingkungan, untuk minta ke presiden ada moratorium penebangan hutan, khususnya di Jawa. Langsung ke presiden dan KLHK," pungkas Sanusi. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru