Malangtimes

Antisipasi Hacker, KPU Kabupaten Malang Rutin Ganti Password

Sep 25, 2022 10:28
Tangkapan layar Breached Forums. (Foto : Istimewa)
Tangkapan layar Breached Forums. (Foto : Istimewa)

JATIMTIMES - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Malang menindaklanjuti  keputusan dari Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU RI) yang memilih untuk memperkuat keamanan siber. Saat ini KPU Kabupaten Malang mulai rutin mengganti password beberapa kanal siber, termasuk media sosial (medsos).

Ketua Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih Partisipasi Masyarakat dan Sumber Daya Manusia (SDM) KPU Kabupaten Malang Marhaendra Pramudya Mahardika menjelaskan, pergantian pasword tersebut dilakukan untuk mengantisipasi adanya serangan hacker yang saat ini sedang booming.

"Kalau di Kabupaten Malang, kita selalu berupaya untuk menjaga di tingkat internal saja, seperti untuk medsos fan website. Tapi kalau website sistim informasi dan lainnya, itu server-nya yang mengelola KPU RI," kata Mahardika.

Menurut dia, langkah KPU untuk rutin mengganti password  medsos penting dilakukan. Pertimbangannya lebih karena medsos saat ini dijadikan sarana penting KPU Kabupaten Malang sebagai corong publikasi.

"Jadi, medsos itu memang penting karena kaitannya dengan corong kita publikasi ke masyarakat. Sehingga tetap perlu kita jaga," katanya.

Semenjak adanya aksi peretasan yang dilakukan hacker Bjorka, KPU Kabupaten Malang memang rutin mengganti password. Bahkan hingga saat ini, sudah tidak terhitung berapa kali medsos milik KPU Kabupaten Malang berganti password.

"Sudah menjadi SOP (standard operating procedure) kita (KPU Kabupaten Malang). Sehingga jika ada waktu, kita selalu mengganti password yang lama dengan yang baru, untuk berjaga-jaga," terangnya.

Sejauh ini, minimal dalam tiga bulan sekali medsos yang ada di bawah naungan Divisi Sosialisasi KPU Kabupaten Malang tersebut bakal berganti password. "Kita per tiga bulan sekali ganti password. Kami juga akan mengawasi kanal siber kita untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan," imbuhnya.

Sebagaimana yang sudah diberitakan, Ketua Divisi Teknis KPU RI Idham Holik mengaku telah membentuk gugus tugas keamanan siber. Hal itu dilakukan menyusul adanya dugaan kebocoran data warga Indonesia yang diduga berasal dari KPU.

Bahkan, diduga ada lebih dari 105 juta data yang dijual oleh anggota forum bernama Bjorka di laman forum online Breached Forums. Pada judul Indonesia Citizenship Database From KPU 105M, sang peretas juga mencantumkan logo KPU.

Dalam klaimnya, Bjorka mengaku memiliki 105.003.428 data penduduk Indonesia. Data yang disampaikan juga cukup detail. Mulai dari nomor induk kependudukan (NIK), kartu keluarga, nama lengkap, tempat tanggal lahir, jenis kelamin, umur, hingga beberapa data kependudukan lainnya telah disebar oleh Bjorka.

Namun desas-desus kebocoran data tersebut telah dibantah oleh KPU RI. Dalam pernyataan resminya, KPU RI menyebut data dari KPU memiliki tanda khusus. Sedangkan yang diretas oleh hacker Bjorka tidak sesuai dengan tanda yang disematkan oleh KPU RI.

"Sampai saat ini aman, dan semoga tidak terjadi peretasan. Semuanya sejauh ini aman, termasuk medsos milik KPU Kabupaten Malang juga aman," tukasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru