Malangtimes

DPKH Kabupaten Malang Klaim Kesembuhan PMK Capai 93,8%

Sep 24, 2022 18:14
Kepala DPKH Kabupaten Malang, Eko Wahyu Widodo.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).
Kepala DPKH Kabupaten Malang, Eko Wahyu Widodo.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).

JATIMTIMES - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang mengklaim bahwa tingkat kesembuhan penyakit mulut dan kuku (PMK) mencapai 93,8 persen. Di mana dari total kasus PMK yang tercatat mencapai 19.893 ekor sapi, sebanyak 18.673 diantaranya dinyatakan sembuh.

Sementara itu, berdasarkan data dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kabupaten Malang, dari jumlah kasus tersebut tercatat hanya ada sebanyak 377 ekor sapi yang mati akibat PMK. Dan sebanyak 399 ekor sapi dipotong paksa.

Menurut Kepala DPKH Kabupaten Malang Eko Wahyu Widodo, data tersebut merupakan data yang berhasil diunggah ke sistem informasi kesehatan hewan Indonesia atau ISIKHNAS. Dirinya mengaku memang masih ada sejumlah sapi mati yang datanya tidak terekam dalam ISIKHNAS.

"Ya berangsur berkurang. Bukan habis ya, kalau habis masih belum. Ya masih ada saja (kasus). Tapi sudah jauh berkurang," ujar Eko dihubungi melalui sambungan telepon.

Selain itu, hingga saat ini pihaknya terus melakukan upaya vaksinasi ternak-ternak berkuku belah, terutama sapi. Sebab hal tersebut juga akan diberlakukan sebagai syarat agar hewan ternak dapat kembali dibawa ke pasar hewan untuk diperdagangkan.

"Ya vaksin pertama sudah bisa lah dibawa ke pasar hewan. Kalau sudah divaksin kan dipasang ear tag di telinganya. Jadi sampai sekarang masih terus dilakukan vaksinasi," terang Eko.

Berdasarkan datanya, vaksinasi sudah mencapai 100 persen untuk jenis sapi perah. Dengan total sapi perah yang divaksin sebanyak 56.900. Dari jumlah itu, sebesar 71,9 persen atau sebanyak 40.967 ekor sapi perah telah divaksin hingga dosis kedua.

Sedangkan vaksinasi untuk sapi potong hingga saat ini sudah mencapai 48,7 persen. Atau sudah ada sebanyak 32.903 ekor sapi yang sudah divaksin, dari target sebanyak 67.500 ekor sapi potong.

"Kalau yang sudah seratus persen itu yang sapi perah, untuk dosis pertama. Dan yang dosis kedua masih sebagian. Kalau sapi potong, yang dosis pertama memang baru sebagian," jelas Eko.

Sementara itu, Pemkab Malang juga telah mulai menguji coba membuka pasar hewan. Setelah selama kurang lebih lima bulan sejak Mei 2022, pasar hewan se-Kabupaten Malang terpaksa ditutup, sebagai langkah antisipasi penyebaran PMK. Rencana uji coba pembukaan pasar hewan tersebut diatur dalam Surat Edaran (SE) Bupati Malang nomor 524/337/35.07.201/2022 tentang ujicoba pembukaan pasar hewan.

Dalam SE tersebut, ada sebanyak 16 pasar hewan di 15 kecamatan yang akan diujicoba buka. Ke 16 pasar hewan tersebut 3 diantaranya pasar sapi, yang diantaranya adalah Pasar Hewan Gondanglegi, Singosari dan Pasar Hewan Pujon. Sedangkan 13 sisanya pasar kambing yang tersebar di Kepanjen, Dampit, Sumberpucung, Donomulyo, Pagak, Wajak, Sumbermanjing Kulon, Sumbermanjing Wetan, Pakis, Tumpang, Karangploso, Jabung dan Ngantang.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru