Siksa Kubur Bagi Pendosa, Apakah Sampai Hari Kiamat?

Sep 23, 2022 10:44
Ilustrasi siksa kubur (istockphoto)
Ilustrasi siksa kubur (istockphoto)

JATIMTIMES - Setiap manusia pasti akan mati. Setelah mati, maka mereka akan memasuki alam kubur (barzakh).

Banyak riwayat yang menjelaskan tentang nikmat dan siksa kubur. Umat yang dapat menjawab pertanyaan para malaikat, akan memperoleh nikmat kubur hingga datangnya kiamat.

Sebaliknya, mereka yang tak bisa menjawab maka akan mendapat siksa kubur hingga datangnya kiamat. Namun, yang banyak menjadi pertanyaan, apakah siksa kubur itu terus-menerus didapat pendosa sampai hari kiamat? Atau siksa tersebut terdapat jeda?

Terkait hal ini, diolah dari muslimorid dan beberapa sumber lain, dalam Kitab Ar-Ruh, Ibnu Qayyim menjelaskan bahwa ada dua macam siksa kubur. 

Pertama siksa kubur secara terus-menerus, di mana hal ini dijelaskan dalam sebuah dalil,

"Pada mereka diperlihatkan neraka pada pagi dan petang," (QS Ghafir 46).

Siksa kubur inipun akan terus dilakukan terus menerus sampai hari kiamat. Hal ini juga dijelaskan dalam sejumlah hadist. 

Fakhruddin Ar-Razi Asy-Syafi’i rahimahullah dalam kitab tafsirnya berkata,

"Demikian juga, disebutkannya (kata) "pagi dan petang" tidaklah menghalangi (bahwa yang dimaksud adalah) ungkapan atas (adzab kubur yang berlangsung) terus-menerus, sebagaimana firman Allah Ta’ala, Bagi mereka rizkinya di surga itu tiap-tiap pagi dan petang.’ (QS. Maryam [19]: 62) (Mafaatihul Ghaib, 27/522).

Kemudian yang kedua, memang siksa kubur terjeda. Siksa kubur ini diberikan bagi sebagian orang yang tak patuh dan berbuat jahat. Namun, dalam hal ini, level kejahatan atau maksiatnya masih ringan. 

Orang tersebut kemudian dihisab sesuai dengan amal perbuatannya. Ia akan mendapatkan siksa sementara dan kemudian berhenti dan dilanjutkan lagi nanti di akhirat.

Siksa kubur itupun dapat terputus, manakala mereka yang hidup di dunia terus mengirimkan doa. Selain itu, siksa ini bisa berhenti melalui sedekah dan dengan melakukan istighfar atau dengan pahala berjanji. Hal ini dilakukan oleh yang masih hidup di dunia.

Hadist Riwayat Ibnu Abbas, RA menyampaikan, 

"Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melewati dua makam, kemudian berkata,’Sesungguhnya mereka sedang diadzab. Tidaklah mereka diadzab karena perkara yang besar (menurut pandangan mereka, pen.). Adapun salah satunya, dia tidak melindungi diri dari air kencing. Sedangkan yang lain, dia suka berbuat namimah (adu domba.)’ Kemudian beliau mengambil pelepah kurma basah, dan membelahnya (secara vertikal, pen.) dan menancapkan setiap belahan ke masing-masing makam. Para sahabat berkata,’Wahai Rasulullah, mengapa Engkau melakukan hal ini?’ Rasulullah bersabda,’Semoga mereka diringankan adzabnya, selama (pelepah kurma ini) belum mengering.'" (Muttafaq ‘alaih).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru