Viral Balita Idap Penyakit Kawasaki, Berikut Deretan Penyakit yang Tak Tercover BPJS Kesehatan

Sep 21, 2022 18:56
Warga yang tengah melakukan pendaftaran kepesertaan BPJS Kesehatan di Kantor Cabang Malang (Foto: Dokumen Jatim TIMES)
Warga yang tengah melakukan pendaftaran kepesertaan BPJS Kesehatan di Kantor Cabang Malang (Foto: Dokumen Jatim TIMES)

JATIMTIMES - Balita berjenis kelamin perempuan di Tangerang Selatan dikabarkan mengidap penyakit kawasaki. Kejadian ini sontak menjadi viral setelah diunggah di media sosial (medsos) TikTok.

Dalam postingan akun bernama @Ibuyumna menyebut jika penyakit langka yang diderita balita tersebut gejala awalnya berupa demam.

Sang ibu yang diketahui bernama Elsa menjelaskan, semula anaknya dinyatakan positif tifus dan harus menjalani perawatan medis di rumah sakit. Hal itu diketahui setelah balitanya menjalani serangkaian tes medis, termasuk pengecekan darah.

"Kamis pagi badannya (anak balitanya) panas lagi dan kondisi anaknya sudah lemas. Saya bawa ke dokter anak, dokter minta cek darah dan hasilnya leukosit tinggi, serta tubex 4. Diinfokan jika anak saya positif tifus dan diminta langsung dirawat," kata Elsa seperti yang dikutip oleh detikcom.

Dalam pernyataannya, Elsa bercerita jika penyakit yang dialami anaknya tidak tercover Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Menurut Elsa, pihak rumah sakit menyebut jika penyakit yang dialami anaknya merupakan penyakit langka. Sehingga, tidak tercover oleh BPJS.

Sementara itu, Direktur Utama BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti membantah kejadian yang tengah viral di medsos tersebut. Menurutnya, pernyataan yang menyebut jika BPJS tidak mengcover penyakit langka termasuk kawasaki adalah tidak benar.

Sebaliknya, pihaknya menyebut jika BPJS Kesehatan menjamin penyakit yang terindikasi secara medis. Termasuk di dalamnya adalah penyakit langka kawasaki.

"Tidak benar, BPJS (Kesehatan, red) menjamin penyakit yang terindikasi secara medis, termasuk penyakit kawasaki," terangnya sebagaimana yang dikutip detikcom, Rabu (21/9/2022).

Meski demikian, ada beberapa jenis penyakit yang tidak tercover oleh BPJS Kesehatan. Merujuk pada pemberitaan detikHealth yang memuat tentang Peraturan Presiden Nomor 82 tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan. Tercatat ada 21 penyakit yang tidak tercover oleh BPJS Kesehatan. Di antaranya:

- Penyakit yang berupa wabah atau kejadian luar biasa.
- Perawatan yang berhubungan dengan kecantikan dan estetika, seperti operasi plastik.
- Perataan gigi seperti behel.
- Penyakit atau cedera akibat sengaja menyakiti diri sendiri atau usaha bunuh diri.
- Penyakit akibat tindak pidana, seperti penganiayaan atau kekerasan seksual.
- Penyakit akibat konsumsi alkohol atau ketergantungan obat.
- Pengobatan mandul atau infertilitas.
- Penyakit atau cedera akibat kejadian yang tidak bisa dicegah, seperti tawuran.
- Pelayanan kesehatan yang dilakukan di luar negeri.
- Pengobatan dan tindakan medis yang dikategorikan sebagai percobaan atau eksperimen.
- Pengobatan komplementer, alternatif, dan tradisional yang belum dinyatakan efektif berdasarkan penilaian teknologi kesehatan.
- Alat kontrasepsi.
- Perbekalan kesehatan rumah tangga.
- Pelayanan kesehatan yang tidak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang terdiri dari rujukan atas permintaan sendiri dan pelayanan kesehatan lain yang tidak sesuai peraturan perundang-undangan.
- Pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan yang tidak bekerja sama dengan BPJS Kesehatan, kecuali dalam keadaan darurat.
- Pelayanan kesehatan terhadap penyakit atau cedera akibat kecelakaan kerja atau hubungan kerja yang telah dijamin oleh program jaminan kecelakaan kerja atau menjadi tanggungan pemberi kerja.
- Pelayanan kesehatan yang dijamin oleh program jaminan kecelakaan lalu lintas yang bersifat wajib, sampai nilai yang ditanggung oleh program jaminan kecelakaan lalu lintas sesuai hak kelas rawat peserta.
- Pelayanan kesehatan tertentu yang berkaitan dengan Kementerian Pertahanan, Tentara Nasional Indonesia (TNI), dan Polri.
- Pelayanan kesehatan yang diselenggarakan dalam rangka bakti sosial.
- Pelayanan yang sudah ditanggung dalam program lain.
- Pelayanan lainnya yang tidak ada hubungan dengan manfaat jaminan kesehatan yang diberikan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru