Perkantoran dan Rumah di Kabupaten Malang Akan Pakai Solar Cell, Bupati Sanusi Sebut Program Kementeriannya Luhut

Sep 21, 2022 07:48
Bupati Malang HM. Sanusi bersama Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi Kemenko Marinvest Basilio Dias Araujo.(Foto: Istimewa)
Bupati Malang HM. Sanusi bersama Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi Kemenko Marinvest Basilio Dias Araujo.(Foto: Istimewa)

JATIMTIMES - Bangunan perkantoran dan rumah-rumah di Kabupaten Malang direncanakan akan bergeser menggunakan solar cell untuk memenuhi kebutuhan listriknya. Rencana itu disebut sebagai salah satu program dari Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Investasi (Menko Marves) yang dipimpin Luhut Binsar Pandjaitan. 

Hal tersebut disampaikan Bupati Malang HM. Sanusi usai mendampingi Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi Kemenko Marinves Basilio Dias Araujo saat me-launching pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Pabrik Gula (PG) Kebonagung, Pakisaji, Kabupaten Malang. 

"Ini programnya Kemenko Marinves. Kalau ke Kabupaten Malang, hibah sejuta solar cell sejuta rumah," ujar Sanusi.

Dalam hal tersebut, rencananya pemerintah akan menggandeng PT Sun Energy sebagai pihak swasta yang akan menyediakan perangkat dan komponen solar cell. Dalam pengaplikasiannya, solar cell akan digabungkan dengan pihak PLN. 

"Nah kalau di Kabupaten Malang, bilangnya Deputi Basilio ini, PT Sun Energy akan memasang seluruh komponen panel dari solar cell. Lalu di-compare dengan PLN. Jadi, solar cell ini semacam genset dan tagihannya akan ikut PLN juga," terang Sanusi. 

Jika rencana tersebut jadi untuk direalisasikan dan diterapkan, Sanusi meyakini bahwa biaya listrik yang dikeluarkan masyarakat akan jauh lebih hemat. Bahkan, efisiensinya bisa mencapai 50 persen. 

"Lebih hemat dijamin sampai 50 persen. Misalnya di rumah yang habisnya sebulan Rp 100 ribu. Kalau pakai solar cell, dijamin hanya tinggal Rp 50 ribu. Tanpa meubah apa pun. Hanya ditambahi perangkat solar cell. Kalau satu rumah habisnya satu juta, maka  akan menjadi Rp 500 ribu," jelas Sanusi.

Bupati Malang  tidak menyebut secara pasti kapan rencana itu akan direalisasikan. Di sisi lain, secara teknis, pengadaan perangkat juga akan dikolaborasikan dengan pihak PLN sehingga masyarakat tidak akan terbebani.

"Masang solar cell-nya juga punya PLN, dikolaborasi dengan PLN. Rencananya gedung-gedung pemerintahan juga akan pakai itu (solar cell). Industri di Kabupaten malang juga akan pakai itu untuk menghemat pembiayaan," pungkas Sanusi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru