Pakar Politik UB Malang Soroti Sebaran Tabloid Anies Baswedan di Masjid

Sep 20, 2022 20:56
Tabloid 12 halaman berisi soal tulisan positif tokoh Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan yang dibagikan ke jamaah usai salat Jumat di salah satu masjid Kota Malang (foto: Hendra Saputra/JatimTIMES)
Tabloid 12 halaman berisi soal tulisan positif tokoh Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan yang dibagikan ke jamaah usai salat Jumat di salah satu masjid Kota Malang (foto: Hendra Saputra/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Polemik tabloid berisi konten Anies Baswedan yang disebarkan di Masjid Al Amin di Kelurahan Bakalan Krajan, Kecamatan Sukun, Kota Malang beberapa hari lalu terus menjadi sorotan. Kali ini, pakar politik Universitas Brawijaya (UB) Malang Wawan Sobari menyoroti adanya praktik penyebaran konten seorang tokoh politik di dalam rumah ibadah.

Wawan Sobari mengatakan bahwa sebenarnya pencitraan seorang tokoh sudah menjadi hal yang biasa di Indonesia. Tapi yang menjadi masalah, pencitraan berbau politik dilakukan di masjid.

“Yang jadi kontroversi ini disebarkan di masjid. Jadi seolah-olah Anies itu dibuat dekat dengan kalangan muslim,” ucap Wawan saat dihubungi awak media, Selasa (20/9/2022).

Sebelumnya, tokoh Islam modernis terbukti mendapat dukungan besar di Kota Malang. Oleh karena itu, Wawan menduga simpatisan Anies Baswedan berusaha membangun image ketokohan tersebut yang menyasar kalangan Islam modernis di Kota Malang.

“Jadi Anies Baswedan itu pencitraannya dari kalangan islam modernis. Karena sekarang beliau melihat seseorang sebagai Islam modernis. Kalau di masjid dianggap sebagai sesuatu yang tepat, tapi isi (tabloid) nya kurang tepat. Karena isinya lebih banyak tentang politik,” ungkap Wawan.

Menurut Wawan, peristiwa yang menghebohkan warga Kota Malang ini justru merugikan Anies Baswedan. Karena menurutnya, pencitraan di lingkungan tempat ibadah itu merupakan sebuah politik identitas.

“Tabloid disebarkan di masjid itu merugikan Anies karena itu hanya mewakili kalangan Islam. Apalagi kalau nanti dibuat cap-capan seperti dulu dikatakan kadrun, itu lebih susah lagi. Ini yang tidak sehat dalam demokrasi,” beber Wawan.

Saat ini lanjut Wawan, politik yang ideal lebih mengedepankan gagasan yang tertuang pada program dan implementasi nyata. Tapi juga tidak memanfaatkan etnis maupun agama. Sebab, Indonesia adalah negara dengan masyarakat yang beragam.

Tapi disinggung mengenai Pemilu 2024, Wawan mengaku masih terlalu jauh untuk dibicarakan. Apalagi, Anies Baswedan juga belum diresmikan menjadi salah satu calon peserta Pilpres 2024.

“Anies Baswedan saat ini belum punya tim formal, dicalonkan saja belum. Partai pengusungnya pun juga belum jelas. Saya sih menganggap itu adalah aksi dari simpatisan,” ungkap Wawan.

Diberitakan sebelumnya, tabloid yang berisi konten Anies Baswedan dari KBA Newspaper ini dibagikan ke jamaah masjid Al Amin setelah jamaah menunaikan salat Jumat pada 16 September 2022 lalu.

Tabloid 12 halaman tersebut diduga digunakan sebagai pencitraan pria yang kini menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta itu. Isinya tentang semua prestasi yang pernah diraih oleh Anies Baswedan dan membanding-bandingkan dengan lawan politik lain.

Hal itu awalnya heboh di media sosial Twitter yang diunggah oleh @AkuAtikaFaya pada Minggu (18/9/2022) lalu. Dalam cuitannya, Atika mengatakan "Kaget dirumah ada tabloid kek gini, isinya cuma tentang @aniesbaswedan. Oalah, taunya suami dapet dari masjid pas Jumat kemarin. Keknya model kampanye lewat masjid di Pilkada DKI kemarin mulai dilakukan. Ini di Malang lo guys, gimana ditempat kalian ada juga kah," tulis akun Twitter @AkuAtikaFaya yang sudah disukai oleh lebih dari 2.074 pengguna Twitter.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru