Wali Kota Sutiaji Minta Dai dan Khatib di Kota Malang Sampaikan Pesan Perdamaian 

Sep 20, 2022 18:45
Wali Kota Malang Sutiaji (tengah) saat berfoto bersama dengan para dai dan khatib usai memberikan pengarahan dalam rangka pencegahan intoleransi dan radikalisme di Ruang Sidang Balaikota Malang, Selasa (20/9/2022). (Foto: Dok. Humas Pemkot Malang)
Wali Kota Malang Sutiaji (tengah) saat berfoto bersama dengan para dai dan khatib usai memberikan pengarahan dalam rangka pencegahan intoleransi dan radikalisme di Ruang Sidang Balaikota Malang, Selasa (20/9/2022). (Foto: Dok. Humas Pemkot Malang)

JATIMTIMES - Dalam mencegah terjadinya sikap intoleransi dan gerakan radikalisme, Wali Kota Malang Sutiaji meminta kepada para dai dan khatib atau pendakwah di Kota Malang agar menyampaikan pesan-pesan perdamaian dalam setiap ceramahnya.  

Hal itu disampaikan Sutiaji pada acara yang bertajuk "Silaturrami Dai dan Khatib dalam Rangka Penguatan Islam Wasathiyah untuk Indonesia Damai" di Ruang Sidang Balaikota Malang yang digelar oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Malang, Polresta Malang Kota, Kementerian Agama RI Kota Malang, serta Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror. 

Orang nomor satu di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang ini menjelaskan, yang dimaksud Islam Wasathiyah sendiri merupakan keseimbangan antara keyakinan dengan sikap toleransi. Maka dikumpulkannya para dai dan khatib di Ruang Sidang Balaikota Malang karena yang berinteraksi langsung dengan umat Islam. 

"Kalau khatib itu pola pikirnya masih ada diskriminasi atau menyalahkan pada kelompok-kelompok yang lain, maka bibit-bibit (intoleran dan radikalisme) itu muncul," ungkap Sutiaji ketika memberikan sambutan dan pengarahan, Selasa (20/9/2022).

Karena menurutnya, agama hadir untuk membimbing dan menuntun para pemeluknya ke arah kedamaian serta kebaikan. Terlebih lagi Islam sebagai agama mayoritas di Kota Malang juga harus memberikan contoh sikap toleran dan perdamaian antar umat beragama. 

Pihaknya juga mengingatkan akan pentingnya membaca konteks dan situasi serta menyeimbangkan antara keharmonisan hidup bermasyarakat dan menjalankan kewajiban beragama. 

"Goalnya, kita menuju Kota Malang baldatun thayyibatun wa rabbun ghofur (diliputi kemakmuran dan kebaikan alam serta masyarakatnya, red), ketenangan, damainya suasana, ini harus kita kuatkan, dan menjadi tanggung jawab kita bersama," tandas Sutiaji. 

Penyerahan cinderamata.

Setidaknya, dalam silaturrahmi ini, sebanyak 100 dai dan khatib dari lima kecamatan serta berbagai latar belakang organisasi kemasyarakatan (ormas) yang berbeda ini hadir dan mendengarkan pengarahan dari Wali Kota Malang Sutiaji. 

Kegiatan ini digelar oleh Direktorat Pencegahan Densus 88 Anti Teror yang bekerja sama dengan pemerintah daerah masing-masing wilayah dan Kota Malang menjadi titik ke-16 pelaksanaan kegiatan ini. 

Pada intinya, kegiatan silaturahmi bersama dai dan khatib ini bertujuan untuk menumbuhkan Islam yang damai dan cinta tanah air guna mencegah sikap intoleransi dan gerakan radikalisme di Indonesia. 

Sementara itu, Kanit I Subdit Kontra Ideologi Direktorat Pencegahan Densus 88 Anti Teror AKBP Moh Dofir menjelaskan, silaturrahmi ini menggandeng dai dan khatib karena dianggap mereka memiliki peran strategis terjun langsung ke masyarakat untuk menyuarakan pencegahan intoleransi dan radikalisme.

"Kita mencegah, karena kebanyakan orang-orang yang terkena paham radikalisme dan intoleransi karena informasi yang tidak akurat, pemahaman agama kurang, banyak belajar ke youtuber tidak ada gurunya. Makanya dengan kegiatan silaturahmi ini, semoga para dai dan khatib ini mencegah dengan damai. Karena dai dan khatib ini adalah corong untuk membantu pemberantasan," jelas Dofir.

Perwira polisi dengan dua melati di pundaknya ini juga menegaskan bahwa kegiatan ini murni digelar untuk menjaga keutuhan dan kedamaian bangsa Indonesia, tanpa ada unsur kepentingan politik. 

Sebagai informasi, dalam kegiatan silaturrahmi ini turut hadir Ketua PWNU Jawa Timur KH Marzuki Mustamar, Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Budi Hermanto, Dandim 0833/Kota Malang Letkol Kaveleri Heru Wibowo Sofa, Kepala Kantor Kementerian Agama RI Kota Malang Muhtar Hazawawi, serta Kepala Bakesbangpol Kota Malang Rinawati.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru