Komitmen Kurangi Konsumsi Bahan Bakar Fosil, PG Kebonagung Resmikan PLTS Atap

Sep 20, 2022 15:15
Peresmian PLTS Atap di PG Kebonagung, Selasa (20/9/2022).(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).
Peresmian PLTS Atap di PG Kebonagung, Selasa (20/9/2022).(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).

JATIMTIMES - Pabrik Gula (PG) PT Kebonagung meresmikan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), Selasa (20/9/2022). Hal tersebut jsebagai upaya untuk mendukung pemerintah mengurangi pemakaian bahan bakar fosil dan menggantinya dengan energi baru terbarukan. 

Direktur Utama PG Kebonagung Didid Taurisianto mengatakan, untuk itu pihaknya menggunakan PLTS Atap dalam memenuhi sebagian kebutuhan listrik di PG Kebonagung. Lanjut Didid, penerapan PLTS Atap tersebut merupakan yang pertama dilakukan untuk pabrik gula di Pulau Jawa. Bahkan tidak menutup kemungkinan menjadi yang pertama di Indonesia untuk pabrik gula. 

"PLTS yang kami bangun bersama PT Sun Energy ini berkapasitas 1,07 mega watt. Dan saat ini masih digunakan untuk memenuhi kebutuhan listrik di perkantoran dan beberapa gedung saja," ujar Didik. 

Menurutnya, hal tersebut secara nyata dinilai dapat meningkatkan kapasitas produksi gula PG Kebonagung. Di mana dengan penggunaan PLTS Atap tersebut, ia memperkirakan biaya produksi bisa lebih efisien hingga 30 persen. 

"Di sisi lain PT Kebonagung berusaha memberi kontribusi kepada program pemerintah, yakni program swasembada gula nasional yang saat ini masih 2,3 sampai 2,5 juta ton sedangkan kebutuhan masih 3 juta ton," jelas Didid. 

Sementara itu, Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi Kemenko Marinvest Basilio Dias Araujo mengatakan, penerapan PLTS Atap di PG Kebonagung dinilai dapat berkontribusi dalam upaya pemerintah untuk mencapai carbon netrality pada tahun 2060 mendatang. Terlebih untuk mencapai bauran energi sebesar 23 persen pada 2025 mendatang. 

"Untuk menuju kesana tentunya harus ada banyak kontribusi dari berbagai sektor. Industri seperti ini kalau sudah sadar dan mau mengembangkan bisa menjadi contoh. Itu akan sangat bagus," ujar Basilio.

Apalagi, dalam memenuhi kebutuhan listriknya, PG Kebonagung juga menggunakan energi dari biomasa. Yakni dengan memanfaatkan ampas sisa gilingan tebu untuk dikonversi menjadi energi listrik. 

"Berarti di sini sudah menerapkan dua pola penghasil listrik untuk energi baru terbarukan (EBT)," terang Basilio. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru