Insiden Kekerasan Suporter Arema FC, 4 Organisasi Wartawan Tepis Tuduhan Pemukulan Oknum Suporter

Sep 19, 2022 18:53
Para jurnalis berdialog dengan media officer Persik Kediri. (Foto: Eko Arif S/ JatimTIMES)
Para jurnalis berdialog dengan media officer Persik Kediri. (Foto: Eko Arif S/ JatimTIMES)

JATIMTIMES - 4 organisasi wartawan  di Kediri dan Surabaya, menolak pernyataan Media Officer (MO) yang dinilai terkesan menyudutkan profesi jurnalis terkait insiden kekerasan terhadap suporter Arema FC.

Karena itu, para jurnalis yang tergabung dalam AJI (Aliansi Jurnalis Independen), Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kediri, serta Ikatan Jurnalis Indonesia (IJTI) Kediri mengeluarkan pernyataan sikap .

4 poin pernyataan sikap tersebut antara lain. Jurnalis tidak mendukung kekerasan dalam sepak bola.

Organisasi profesi jurnalis AJi Kediri, PWI Kediri, IJTI Kediri dan Pewarta Foto Indonesia memastikan jika pelaku bukan wartawan Kediri. 

Mendesak Panpel (Panitia Pelaksana) Persik dan Media Officer menemukan pelaku dalam 1x24 jam setelah rilis ini disampaikan dan mengumumkan hasilnya ke publik. Pelaku wajib memohon maaf kepada semua pihak.

Menyayangkan press rilis yang dibuat Media Officer Persik menyebut oknum media sebagai terduga pelaku kekerasan dan menuntut media officer menyampaikan permohonan maaf.

"Sebelumnya kami mendengar informasi awal ada pemukulan dilakukan oleh oknum media. Kemudian setelah klarifikasi saya koordinasi dengan dengan teman teman PWI Kediri dan IJTI Korda Kediri, lalu di teman teman di lapangan. 

Jelas pelakunya bukan jurnalis yang ada di Kediri, teman teman tidak ada yang kenal. Karena itu, kami bersama sama menyepakati mengeluarkan pernyataan sikap. Karena kami khawatir dampaknya, kita harus kedepankan kredibilitas jurnalis Kediri," terang Danu Sukendro Ketua AJI Kediri, Senin (19/9/22).

Dalam sesi dialog di kantor Sekretariat Persik Kediri Hariyanto Media Officer Persik Kediri mengatakan jika  pihaknya mencoba untuk mencari oknum pelaku pemukulan.

"Kejadian ini saya anggap, kalau ada yang bertanggung jawab mungkin saya. Karena rompi itu ibaratnya tanggung jawab saya, tapi ternyata ada rompi yang keluar tanpa sepengetahuan saya. Saya coba melihat tapi gambar tidak jelas. Kita tidak bisa menduga duga, tapi semua  keterangan itu saya kumpulkan. Intinya kami tidak tinggal diam," jawabnya.

Video pemukulan terhadap oknum suporter Arema sempat viral di medos. Pemukulan tersebut dilakukan oleh seseorang dengan memakai seragam rompi pink yang saat itu sedang berada didalam stadion berbaur dengan  pewarta lainya .

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru